Pendidikan vokasi di Politeknik Kemenperin pun terpaksa dikurangi. Hanya 2.537 mahasiswa yang akan dibiayai pada 2025, meninggalkan 10.096 mahasiswa tanpa dukungan.
Untuk tingkat SMK, 1.712 siswa masih akan dibantu, tetapi ada 6.763 siswa yang belum bisa difasilitasi.
Sektor restrukturisasi permesinan industri besar dan IKM juga terdampak. Hanya 73 perusahaan yang akan mendapatkan dukungan teknologi, dari kebutuhan total 422 perusahaan.
Baca Juga: Pesta Prestasi ke-9: Ajang Kreativitas dan Talenta Pemuda dengan Tema “Zaman Now, Prestasi Wow”
Program hilirisasi komoditas berbasis rumput laut, sagu, teh, susu, dan hasil hortikultura bahkan tidak memiliki alokasi anggaran sama sekali pada tahun depan.
Menurunnya anggaran ini juga berdampak pada partisipasi Kemenperin dalam berbagai pameran internasional, seperti World Osaka Expo, High Point Market North Carolina, Hongkong Food Expo, dan Paris Airshow.
"Kami tidak bisa mengirim delegasi atau menyediakan booth untuk peserta tahun depan," kata Menperin.
Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga terkena dampak. Pada 2025, Kemenperin hanya mampu memberikan 875 sertifikat produk, jauh di bawah target 3.375 sertifikat.
Menperin Agus Gumiwang berharap sinergi dengan Komisi VII DPR RI tetap terjalin erat. “Industri masih menjadi kontributor terbesar bagi perekonomian nasional. Kolaborasi ini sangat penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8% sesuai dengan arahan Presiden Prabowo,” pungkasnya. ***(HA)
Artikel Terkait
Mendorong Lompatan Industri Gim: Dukungan Menparekraf untuk Perpres Nomor 19 Tahun 2024
Program Pelatihan dan Sertifikasi SDM Parekraf 2024: Tingkatkan Kompetensi dan Daya Saing Industri Kreatif
SHOWCASCENE 2024: Ajang Apresiasi Penulis Skenario Baru untuk Menggebrak Industri Layar Indonesia
Kolaborasi Menpora untuk Dorong Industri Olahraga dan Pariwisata Nasional
WamenEkraf Irene Umar Ajak AINAKI Perkuat Kolaborasi, Dorong Industri Animasi Indonesia Kuasai Pasar Global