Pelatihan Akmil: Strategi Prabowo Bentuk Kepemimpinan Tangguh Kabinet Merah Putih

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:00 WIB
Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi. (Promedia)
Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi. (Promedia)

WartaPesona.com - Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, memuji langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengumpulkan para menteri Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil), Magelang.

Baca Juga: Link Streaming! Champions League pekan ke 3, ini dia pertandingan yang patut dinantikan PSG menjamu PSV Real Madrid menemui Dortmund

Pembekalan ini, menurut Fahmi, bertujuan memperkuat karakter kepemimpinan dan kerja tim, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan yang berkembang pesat.

"Pelatihan di lingkungan militer diharapkan meningkatkan karakter kepemimpinan, memperkuat kerja tim, dan menyiapkan mereka untuk menghadapi tantangan secara cepat dan efektif," ujar Fahmi, Senin (21/10).

Baca Juga: Sejarah AFC hingga Orang dibalik AFC asal Bahrain Salman bin Ibrahim al Khalifa, Menolak surat Protes PSSI namun menerima Bahrain FA

Fahmi menjelaskan bahwa pendekatan ini serupa dengan yang diterapkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Australia.

Di negara-negara tersebut, pelatihan pejabat sipil di lembaga militer tidak mengarah pada militerisme, melainkan untuk memperkuat kapasitas pemerintah dalam merespons krisis.

Baca Juga: Asosiasi Bahrain menggugat balik Indonesia ke FIFA setelah penyerangan warganet Indonesia, minta Leg 2 diselenggarakan di tempat Netral

"Di Amerika Serikat, pejabat sipil dan anggota Kongres bisa mengikuti pelatihan di institusi seperti National Defense University dan US Army War College, tetap dalam kerangka demokrasi yang kuat," jelas Fahmi.

Hal yang sama juga diterapkan di Korea Selatan, Jepang, dan Australia, di mana pelatihan difokuskan pada peningkatan koordinasi dan respons terhadap krisis.

Baca Juga: ADWI 2024: Merayakan Inovasi dan Kreativitas Desa Wisata Indonesia

Fahmi menegaskan bahwa pelatihan di lembaga militer tidak berarti mengaburkan peran sipil dan militer.

Sebaliknya, langkah ini memperkuat kapasitas pemerintahan dalam pengambilan keputusan yang lebih terinformasi, sambil menjaga nilai-nilai demokrasi.

Baca Juga: Tips Foto yang Instramable Ala Gen Z, Kamu Wajib Lakuin Supaya Foto Kamu Makin Kece

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X