WartaPesona.com - Petani padi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kini punya cara mengatasi lahan kering agar tetap bisa ditanami dengan hasil maksimal.
Lahan kering bagi para petani padi di Trenggalek Jawa Timur, kini tidak lagi menjadi masalah yang berarti.
Bahkan ketika cuaca tidak menentu, petani padi di Trenggalek Jawa Timur tak lagi khawatir akan gagal panen karena kekurangan air.
Baca Juga: Masih banyak daerah tak maksimal manfaatkan dana bantuan pesantren, Kemenag ingatkan hal ini
Hal tersebut karena saat ini para petani di Trenggalek sudah punya solusi jitu untuk mengatasi lahan kering dan minim sumber air.
Caranya adalah dengan menerapkan sistem pertanian hemat air.
Sistem pertanian hemat air ini sudah terbukti sukses membuat petani padi di lahan kering tetap bisa panen.
Baca Juga: Inilah Si Burung Garuda maskot baru Timnas Indonesia bernama Shakti, kereen!
Bahkan, petani lahan kering di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur bisa panen dua kali dalam setahun.
Adalah Kelompok Tani Sinar Harapan Desa Sukorejo, Gandusari, Trenggalek, yang pertama kali menerapkan sistem pertanian hemat air itu, dan berhasil.
Dilansir dari situs kominfo.trenggalek, sistem pertanian hemat air itu sudah diterapkan sejak tahun 2023.
Baca Juga: DPR soroti kebijakan larangan jual rokok eceran, sungguh sangat tidak peka!
Hasil tanam padi di lahan kering dengan sistem pertanian hemat air itu justru meningkat signifikan, dengan kualitas lebih bagus dari hasil panen padi lahan basah.
Ketua Poktan Sinar Harapan Isnanto, mengatakan sistem pertanian hemat air itu pada awalnya merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Trenggalek.
Artikel Terkait
Peran Inovasi Teknologi dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian
Memberdayakan Petani Muda untuk Masa Depan Pertanian yang Lebih Baik
Peran Asuransi Pertanian dalam Memitigasi Risiko Bagi Petani
Pertanian Berkelanjutan: Menjaga Kelestarian Bumi Melalui Praktik Ramah Lingkungan
Pertanian Masa Depan: Menyatukan Tradisi dan Inovasi untuk Mencapai Keberlanjutan
Revolusi Hijau 2.0: Teknologi Mutakhir untuk Pertanian Berkelanjutan
Pertanian Vertikal: Menjawab Tantangan Lahan Terbatas di Perkotaan
Potensi ekonomi tahun 2025 di Yogyakarta, dari pariwisata, pertanian, dan UMKM akan jadi sektor unggulan