Sejarah Gedung Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya Nomor 106 Jakarta, bekas rumah kost pelajar Indonesia

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Kamis, 26 Oktober 2023 | 18:55 WIB
Diorama penggambaran suasana saat berlangsungnya Kongres Pemuda II yang melahirkan ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.  (Museum Sumpah Pemuda)
Diorama penggambaran suasana saat berlangsungnya Kongres Pemuda II yang melahirkan ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. (Museum Sumpah Pemuda)

WartaPesona.com - Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober merupakan tonggak sejarah munculnya semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, yang terdiri dari banyak suku.

Persatuan dan Kesatuan bangsa Indonesia yang tercermin dari isi Sumpah Pemuda itu pada zamannya merupakan hal yang luar biasa.

Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 merupakan salah satu pencapaian besar bangsa Indonesia, dalam upaya memerdekakan diri dari penjajahan.

Baca Juga: Konser dangdut koplo di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta Sabtu 28 Oktober 2023, ada New Pallapa Ndarboy Genk

Seperti diketahui, pada tahun 1928 bangsa Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda.

Peran intelektual muda Indonesia saat itu menjadi penyulut api persatuan dan kesatuan, yang tidak kalah penting dengan perjuangan senjata dalam upaya meraih kemerdekaan RI.

Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, merupakan ikrar para pemuda Indonesia waktu itu, yang dicetuskan dalam Kongres Pemuda II.

Baca Juga: Amran Sulaiman resmi gantikan Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian

Kongres Pemuda II itu diadakan di sebuah rumah besar milik orang Tionghoa bernama Sie Kong Liong, di Jalan Kramat Raya Nomor 106 Jakarta.

Rumah itulah yang kini menjadi Museum Sumpah Pemuda, yang menyimpan berbagai benda dan catatan sejarah Sumpah Pemuda.

Mengutip laman museumsumpahpemuda, dalam sejarahnya rumah milik Sie Kong Liong itu mulai digunakan oleh para pemuda pelajar Indonesia pada tahun 1908.

Baca Juga: Zodiak Pisces hari Kamis 26 Oktober 2023, hubungan cinta baru sepertinya tak berjalan mulus

Saat itu, gedung itu dikenal sebagai Commensalen Huis.

Beberapa pelajar Indonesia yang tinggal di rumah itu antara lain Muhammad Yamin, Amir Sjarifoedin, Soerjadi, Soerjadi, dan banyak lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X