Museum Tsunami Aceh menyimpan kisah pilu bencana besar Desember 2004

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Kamis, 12 Oktober 2023 | 16:56 WIB
Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh.  (acehprov.)
Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh. (acehprov.)

WartaPesona.com - Bencana Tsunami Aceh pada tahun 2004 menjadi peristiwa besar yang tidak terlupakan bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

Gempa dan Tsunami Aceh pada tahun 2004 itu tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan materi warga Indonesia, namun juga sejumlah negara lain.

Dampak besar Tsunami Aceh tahun 2004 selain dirasakan oleh Indonesia juga dialami oleh sejumlah negara seperti Sri Lanka, Thailand, dan India.

Baca Juga: Manfaat hanjeli sebagai tanaman obat, bisa menyembuhkan penyakit ringan hingga berat

Tsunami Aceh diawali oleh peristiwa gempa dahsyat pada tanggal 26 Desember 2004, sekira pukul 07.58 WIB.

Gempa berkekuatan 9.3 skala richter ini menyebabkan serangkaian tsunami besar di sepanjang daratan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Aceh menjadi kawasan paling parah terdampak Tsunami tersebut, dengan jumlah korban jiwa yang diperkirakan mencapai 170 ribu orang.

Baca Juga: Ini kelebihan tanaman hanjeli sebagai bahan pangan, kaya gizi dan fungsional

Untuk mengenang bencana besar tersebut, sebuah Museum Tsunami Aceh dibangun sebagai pengingat dan pusat edukasi kebencanaan, sekaligus tempat evakuasi bencana.

Museum Tsunami Aceh yang dibangun pada tahun 2008 itu berada di kawasan Jalan Sultan Iskandar Muda, Gampong Sukaramai, Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Museum bersejarah ini tidak jauh dari Masjid Baiturrahman, sekitar 10 menit jalan kaki dari Kompleks Makam Belanda (Kerkhof).

Baca Juga: Tanaman hanjeli pengganti beras bisa tumbuh di semua jenis lahan, tahan kekeringan

Di Museum Tsunami Aceh, pengunjung bisa menyaksikan berbagai benda yang berasal dari musibah bencana besar tersebut.

Setidaknya ada 6.038 koleksi di museum tersebut, terbagi dalam beberapa jenis koleksi seperti etnografika, arkeologika, biologika, teknologika, dan keramologika.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X