Hari Santri 2023, Menag Yaqut ajak santri jihad intelektual di era teknologi digital jayakan negeri

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Sabtu, 7 Oktober 2023 | 22:25 WIB
Hari Santri 2023 mengangkat tema Jihad Santri Jayakan Negeri.  (Dok. WP)
Hari Santri 2023 mengangkat tema Jihad Santri Jayakan Negeri. (Dok. WP)

Dia menegaskan, jihad santri secara kontekstual adalah jihad intelektual, dan para santri adalah para pejuang dalam melawan kebodohan dan ketertinggalan.

Baca Juga: Plengkung Gading di Kota Jogja, menarik wisatawan karena unik dan vintage, sejarahnya begini

"Santri juga turut berjuang dan mengambil peran di era transformasi digital,” katanya.

Dia mengatakan lagi, bahwa santri adalah teladan dalam menjalani jihad ini. Dengan buku sebagai senjata dan pena sebagai tongkat kebijaksanaan, para santri memperdalam ilmu dan menyebarkan cahaya.

Selain itu, mereka para santri juga ikut mengisi ruang-ruang digital untuk penguatan literasi keagamaan yang moderat, berdasarkan prinsip Islam rahmatan lil alamin.

Baca Juga: Sejarah Kota Jogja yang kini berusia 267 tahun, berdiri sejak ada Kerajaan Mataram Yogyakarta

"Ada juga jihad di bidang ekonomi, dan para santri harus berdiri di depan untuk menyejahterakan masyarakat dan mengurangi kemiskinan dan pengangguran," kata Menag Yaqut.

Adapun jihad politik, menurut Menag Yaqut para santri harus menjadi teladan dalam momentum demokrasi, memilih pemimpin secara rasional dan terbaik.

"Jangan memilih pemimpin yang ambisius dan suka menggunakan politik identitas saat kampanye," katanya.

Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015.

Baca Juga: Indonesia kembali kumpulkan medali emas Asian Games 2023 Hangzhou China, kali ini dari cabor dayung

Penetapannya tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.

Hari Santri merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy'ari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Resolusi Jihad tersebut berisi seruan kewajiban berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dengan melawan pasukan penjajah.

Peristiwa itu kemudian memuncak dan menyebabkan gelombang perlawanan besar dari para santri dan rakyat serta pejuang RI pada 10 November 1945, yang hingga kini kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X