Sejarah Kota Jogja yang kini berusia 267 tahun, berdiri sejak ada Kerajaan Mataram Yogyakarta

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 17:33 WIB
Berdirinya Keraton Yogyakarta menjadi hari ulang tahun Kota Jogja.  (Instagram @kratonjogja)
Berdirinya Keraton Yogyakarta menjadi hari ulang tahun Kota Jogja. (Instagram @kratonjogja)

WartaPesona.com - Kota Jogja (Yogyakarta) sebentar lagi genap berusia 267 tahun, tepatnya nanti pada 7 Oktober 2023.

Sejarah Kota Jogja yang terhitung sudah tua ini terkait dengan berdirinya Kerajaan Mataram Yogyakarta.

HUT Kota Jogja diperingati setiap tanggal 7 Oktober didasarkan pada sejarah berdirinya Kerajaan Mataram Yogyakarta pada tahun 1756 Masehi.

Baca Juga: Indonesia kembali kumpulkan medali emas Asian Games 2023 Hangzhou China, kali ini dari cabor dayung

Berdirinya Kota Jogja ini berawal dari Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755, yang memecah Kerajaan Mataram menjadi dua, yaitu Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Kedua kerajaan ini adalah penerus tahta Kerajaan Mataram Islam, sehingga untuk mudahnya disebut Kerajaan Mataram Solo dan Mataram Yogyakarta.

Pangeran Mangkubumi diangkat menjadi Raja Mataram Yogyakarta dengan gelar Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Aloga Abdul Rachman Sayidin Panatagama Khalifatullah.

Baca Juga: Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) HUT Kota Jogja 2023 digelar Sabtu malam 7 Oktober

Di kemudian hari, gelarnya secara singkat disebut Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Setelah perjanjian pembagian daerah kekuasaan dilakukan, Sultan HB I menetapkan daerah kekuasaannya dengan nama Ngayogyakarta Hadiningrat, dengan ibu kota di Yogyakarta Kota Jogja.

Kemudian, pada tanggal 9 Oktober 1755 pembangunan keraton dimulai. Untuk sementara Sultan HB I menempati Pesanggrahan Ambarketawang.

Baca Juga: Tebing Breksi, keindahan alam warisan dari Gunung Api Purba di Yogyakarta

Pembangunan Keraton Mataram Jogja berlangsung selama hampir setahun.

Tepat pada tanggal 7 Oktober 1756, Sultan HB I beserta keluarga dan pengikutnya pindah dari Pesanggrahan Ambarketawang menuju Keraton yang baru selesai dibangun tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Festival Iraw Tengkayu di Kalimantan Utara

Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:18 WIB
X