WartaPesona.com - Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan agama Islam dengan sistem asrama atau pondok dimana kiai sebagai tokoh sentral, masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan mengaji, dan pendidikan agama Islam berada di bawah arahan kiai.
Santri sebagai kegiatan utamanya yaitu belajar kitab.
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Agama Islam tertua di Indonesia, hingga saat ini lembaga pendidikan model pesantren terus eksis dan terus berkembang.
Menurut Kementerian Agama Republik Indonesia, jumlah pondok pesantren di seluruh Indonesia adalah 39.220 pondok pesantren dengan total 3,4 juta santri.
Baca Juga: Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadhan, Bulan Pengampunan, Semua Dosa Diampuni dan Semua Amal Dibalas oleh Allah SWT
Selama bulan Ramadhan, semua umat Islam harus menjalankan puasa sepanjang bulan. Bulan penuh berkah dan pahala.
Bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam. Bulan ibadah, baik wajib dan sunnah, untuk pahala yang besar. Hal yang sama juga berlaku bagi santri di pesantren.
Di sebuah pondok pesantren, kegiatan santri penuh dengan ibadah, tadarus dan mempelajari berbagai kitab kuning selama sebulan penuh.
Ciri pesantren antara lain metode pembelajaran “Sorogan”, dimana santri belajar secara tatap muka langsung di hadapan gurunya.
Baca Juga: Mi Glosor, Nikmati Sensasi Pedas Manis Kuliner Ramadhan di Bogor, Jawa Barat
Kemudian ada Metode Wetonan Bandongan (Halaqah/ceramah), lalu Bahtsul Masail, yang melibatkan pembahasan masalah-masalah masyarakat berdasarkan metodologi Kitab Kuning.
Selama bulan Ramadhan, banyak pondok pesantren yang mengadakan pengajian khusus yaitu metode bandongan, seperti dikutip dari Liputan6.com.
Kajian yang berfokus pada bulan puasa biasanya membahas Kitab Kuning. Kitab-kitab yang dipelajarinya pun beragam mulai dari kitab-kitab yang bernuansa fiqih, tauhid, hadits, tasawuf dll.
Bahkan melalui kegiatan ini, terkadang santri dapat merasakan proses pengajian ilmu secara nyata. Ini karena dilakukan tidak hanya dalam keadaan sebentar, tetapi juga selama hampir 1-5 jam dalam satu waktu.
Baca Juga: Kolak Pisang dan Ubi: Resep Menu Takjil Ramadhan yang Manis dan Menggugah Selera
Bisa dibayangkan jika kegiatan ini dilakukan siang dan malam setiap harinya. Tentu, betapa indahnya mewarnai Ramadhan dengan mengkaji berbagai kitab bersama dengan santri-santri lainnya.
Setelah tamat membaca kitab, santri biasanya menerima ijazah atau rantai silsilah keilmuan dari gurunya, silsilah keilmuan ini sampai bersambung kembali ke Nabi Muhammad.
Sehingga adanya mengaji kitab kuning di bulan Ramadhan menjadi sesuatu yang penting dan sakral.
Dikatakan penting dan sakral karena dengan bantuan sanadan ini, santri akan lebih mengetahui jalur kesinambungan keilmuan terkait kitab yang dipelajarinya.
Baca Juga: Besaran Nilai Zakat Fitrah Di Bulan Ramadhan 2023
Dari situ para santri akan mengetahui dengan siapa mereka berhubungan secara ilmiah, apakah mereka berhubungan dengan Rasulullah atau tidak.
Mengaji kitab kuning dengan sistem bandongan membuat suasana puasa Ramadhan jadi berbeda dengan tempat lain.
Dengan jadwal padat dari pagi hingga malam penuh dengan pengajian kitab kuning.
Demikianlah kegiatan Ramadhan santri di pondok pesantren di Indonesia. Semoga menjadi berkah dan bermanfaat. *** (AC).
Penulis : Achmad Chusanudin
Artikel Terkait
Mengagumkan! Blue Fire di Kawah Ijen. Surga bagi Pecinta Fotografi, Momen Indah Bagi Pencinta Alam
Tiga Destinasi Wisata Air di Banyuwangi Jawa Timur yang Patut Dikunjungi, Penuh Keindahan dan Keajaiban Alam
Ramadhan di Premier League : Wasit Beri Jeda Waktu untuk Berbuka Puasa Bagi Pemain Muslim Saat Magrib Tiba