Pewarna alami Karmin dari serangga Cochineal, dipakai untuk kain hingga makanan dan minuman

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Kamis, 28 September 2023 | 11:31 WIB
Serangga Cochineal, bahan pewarna alami Karmin.  (Tangkapan layar situs Harvard University)
Serangga Cochineal, bahan pewarna alami Karmin. (Tangkapan layar situs Harvard University)

Baca Juga: Tidak hanya kelelawar, virus Nipah juga bisa ditularkan dari hewan peliharaan seperti kucing dan anjing

Nama serangga Cochineal ini berasal dari kata latin 'coccineus' yang berarti merah.

Serangga Cochineal mirip dengan serangga belalang. Punya sisik di tubuhnya yang lunak, dan berbentuk pipih oval.

Cochineal hidup dengan memakan sari kaktus, dan proses pengolahannya menjadi bahan pewarna alami cukup panjang.

Serangga Cochineal diambil dari kaktus beserta telur-telurnya, kemudian direbus dan dijemur hingga kering.

Baca Juga: Penyakit virus Nipah belum ada obatnya, kenali gejala awal agar bisa terhindar

Sesudah kering, serangga Cochineal kemudian ditumbuk hingga menjadi bubuk.

Dibutuhkan 70 ribu serangga Cochineal untuk membuat 1 kilogram bubuk pewarna alami yang kemudian disebut Karmin ini.

Dalam perkembangannya, Karmin tidak hanya digunakan sebagai pewarna kain. Namun, juga untuk mempercantik tampilan makanan dan minuman.

Baca Juga: Waspada penyakit virus Nipah, Kemenkes RI keluarkan surat edaran

Karmin dari serangga Cochineal ini biasanya digunakan pada makanan kemasan dan olahan agar lebih menarik.

Dikutip dari situs halalmui, berbagai jenis makanan yang biasanya menggunakan Karmin antara lain es krim, susu, yoghurt, makanan ringan lainnya.

Selain untuk makanan dan kain, pewarna alami Karmin dari serangga Cochineal juga digunakan pada produk kosmetika seperti shampo, lotion, make-up. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

PWI Mengecam Pernyataan Hotman Paris Hutapea

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:45 WIB
X