Dia mengatakan, bahwa setiap bulan Bulog mengeluarkan 210 ribu ton untuk bantuan pangan tersebut.
Presiden Jokowi mengatakan, penyaluran bantuan pangan beras sudah dimulai bulan September. Dan, akan berlangsung hingga November 2023.
"Bantuan akan diteruskan lagi kalau stoknya masih ada, sehingga masyarakat jangan sampai terdampak kenaikan harga beras," katanya.
Dalam kunjungan kerja ke Bogor tersebut, turut mendampingi Presiden adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Mensesneg Pratikno, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi.
Kemudian, juga Dirut Perum.Bulog Budi Waseso, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, dan Bupati Bogor Iwan Setiawan.
Peninjauan stok beras di gudang Bulog juga akan dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia, untuk memastikan ketersediaan bahan pangan tersebut.
Seperti diketahui, sejak dua bulan ini harga beras mengalami kenaikan dan masih bertahan tinggi di angka Rp13.000-15.000 per kilogram. ***
Artikel Terkait
Memakan Nasi dari Singkong Lebih Lama Kenyang Dibandingkan Nasi dari Beras: Fakta atau Mitos?
Kwetiau: Resep dan Panduan Membuat Mi Beras Kenyal yang Lezat
10 komoditas makanan penyumbang terbesar Garis Kemiskinan di DIY Maret 2023, nomor 1 beras
Mengenal Pho, Sup Vietnam dengan mie beras, daging, dan rempah-rempah
Jokowi Menegaskan Fokus Pembicaraan dengan Sandiaga Uno Adalah Pariwisata
Bukan polusi udara, Presiden Jokowi sebut polusi budaya di Pidato Kenegaraan 2023, apa itu?
Kata Presiden Jokowi, ASEAN punya angkatan kerja ke-3 terbesar di dunia, 65 persen potensi naik kelas menengah
Harga beras di sejumlah pasar DIY masih bertahan tinggi, dari Rp11.500 hingga Rp13.500 per kilogram