Google Doodle pada Hari ini Memperingati Hari Bumi, ini Kemajuan Penanganan Perubahan Iklim

photo author
Syifa Devi Putri, Warta Pesona
- Senin, 22 April 2024 | 17:16 WIB
Google Doodle Memperingati Hari Bumi (Google Doodle)
Google Doodle Memperingati Hari Bumi (Google Doodle)

WartaPesona.com - Pada hari ini, 22 April 2024 Google Doodle memperingati hari bumi, yang memasang gambar udara dari bumi.

Menampilkan gambar udara dari bumi, hal ini menyoroti sejumlah area yang lelah berprogres menuju masa depan lebih baik.

Adanya peringatan hari bumi ini, dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia, yakni bumi.

Lantas, awal mula hari bumi dari mana? Dan bagaimana kemajuan penanganan perubahan iklim di bumi? Simak ulasan berikut.

Baca Juga: 8 Cara Bijak Menghadapi Orang yang Toxic agar Hidup Lebih Tenang Tanpa Menyinggung Siapapun.

Pada tahun 1970 tepat tanggal hari ini, Senator dan pengajar lingkungan hidup asal Amerika Serikat, Gaylord Nelson yang mencanangkan perayaan hari bumi sebagai upaya meningkatkan kesadaran, serta apresiasi terhadap planet bumi.

Tahun tersebut bertepatan dengan musim semi di Northern Hemisphere di belahan bumi utara, dan musim gugur di belahan bumi Selatan.

Tetapi, PBB merayakan hari bumi pada tanggal 20 Maret karena tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnel pada tahun 1969, dimana pada hari itu matahari tepat di atas khatulistiwa yang sering disebut Ekuinoks Maret.

Di Jepang, hari bumi diperingati pada tanggal 20 dan 21 Maret yang ditetapkan sebagai hari libur resmi dikenal dengan peringatan Hari Ekuinoks Musim Semi, yakni momen terjadinya ekuinoks vernal (titik musim semi), saat siang dan malam sama panjang.

Penanganan perubahan iklim yang menjadi fokus utama dalam banyak pertemuan pemimpin negara-negara dunia, dimulai tahun 1992 melalui United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Baca Juga: Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan dari Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud

Pada saat itu, pemimpin negara dunia menyatakan komitmennya untuk menangani perubahan iklim.

Kemudian, pada tahun 1997 dilanjutkan melalui Kyoto Protocol dan Paris Agreement pada tahun 2016, yang akhirnya serangkaian komitmen dibuat oleh para pemimpin negara-negara dunia pada dasarnya, tentang komitmen negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Di Indonesia itu sendiri, penanganan perubahan iklim sudah dimulai sejak meratifikasi UNFCCC melalui Undang-Undang no. 6 tahun 1994, tentang Pengesahan United Nations Framework Convention on Climate Change.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X