Kenali Cara Kerja Google Brad, Chatbot Yang Berbasis AI!

photo author
Tim Warta Pesona 02, Warta Pesona
- Selasa, 16 Mei 2023 | 21:44 WIB
Google Bard AI adalah sistem pembelajaran mesin canggih yang dikembangkan oleh raksasa teknologi Google. Ini dirancang untuk membantu pengguna menghasilkan konten berkualitas tinggi, seperti posting blog dan artikel, dalam hitungan detik. | WartaPesona.com (Foto: Techcrunch.com)
Google Bard AI adalah sistem pembelajaran mesin canggih yang dikembangkan oleh raksasa teknologi Google. Ini dirancang untuk membantu pengguna menghasilkan konten berkualitas tinggi, seperti posting blog dan artikel, dalam hitungan detik. | WartaPesona.com (Foto: Techcrunch.com)

WartaPesona.com - Teknologi kecerdasan buatan atau yang sering dikenal dengan Artificial Intelligence (AI) semakin marak di masyarakat.

AI telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan aplikasi substansial di berbagai industri.

Salah satu alasan popularitas AI adalah kemampuannya untuk menyelesaikan aktivitas yang sebelumnya hanya dilakukan oleh manusia.

AI dapat dilatih untuk menemukan pola, membuat penilaian, dan melakukan pekerjaan yang melibatkan pemrosesan data yang rumit dengan cepat dan andal.

Baca Juga: Konsep Finansial Teknologi (Fintech): Kemudahan dan Tantangan dalam Layanan Keuangan Digital

ChatGPT baru-baru ini menjadi salah satu teknologi paling populer. Ini adalah chatbot, atau mesin percakapan yang dapat secara otomatis menambahkan kata ke paragraf.

ChatGPT debut belum lama ini, dan kini ada lagi kompetisi chatbot yang tak kalah cerdasnya yaitu Google Bard.

Google Bard adalah mesin chatbot yang digerakkan oleh AI yang dibuat dan diterbitkan oleh Google.

Google Bard diterbitkan pada 21 Maret 2023 dan akan tersedia di 180 negara, termasuk Indonesia, mulai 10 Mei 2023.

Google Brad, Apa Itu?

Google Bard adalah mesin chatbot yang didukung oleh AI yang menggunakan pemrosesan bahasa alami dan pembelajaran mesin untuk mereplikasi percakapan manusia.

Bard dapat diimplementasikan ke dalam situs web, sistem perpesanan, atau aplikasi untuk memberikan respons bahasa alami yang asli terhadap permintaan pengguna, selain untuk melengkapi pencarian Google.

Google Bard pertama kali diumumkan pada 6 Februari 2023, tanpa menetapkan tanggal rilis. Aplikasi ini kemudian tersedia pada 21 Maret 2023.

Kemudian, pada 10 Mei 2023, Google membuat aplikasi chatbot buatannya tersedia di 180 negara dan wilayah.

Baca Juga: Dampak Buruk Kemajuan Teknologi AI: Pakar Khawatir Bisa Sebabkan Bencana di Dunia! Kok Bisa?

Siapapun yang berusia 18 tahun atau lebih dan memiliki akun Google pribadi dapat menggunakan program ini.

Seperti yang terlihat pada demo awalnya, Bard, seperti chatbot AI lainnya, harus belajar dan dididik untuk memberikan jawaban yang benar dari informasi yang salah atau menyesatkan.

Karena selalu ada materi baru untuk dipelajari secara otomatis, pelatihan AI adalah proses komputasi yang sangat intensif.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Setelah Anda memiliki pengetahuan kasar, kami akan membahas cara kerja aplikasi Google Bard.

Google Bard didasarkan pada paradigma bahasa Pathways Language paradigm 2 (PaLM 2), yang diluncurkan pada akhir tahun 2022.

PaLM dan pendahulunya, teknologi Language Model for Google Dialogue Applications (LaMDA), didasarkan pada Transformer, sebuah arsitektur jaringan saraf yang diumumkan oleh Google pada tahun 2017.

Sejak Google menjadikan Transformer open source, PaLM telah berfungsi sebagai dasar untuk berbagai alat AI generatif , seperti model untuk bahasa GPT-3 yang digunakan di ChatGPT.

Baca Juga: Menghadapi Era Digital, Peluang dan Tantangan Pembelajaran di Era Teknologi Digital

Bard dimaksudkan untuk lebih dari sekedar pencarian. Itu bermaksud untuk menawarkan pertanyaan bahasa yang lebih natural untuk pencarian daripada kata kunci.

AI Bard telah dilatih untuk bertanya dan menanggapi pertanyaan dan percakapan yang terdengar lebih natural.

Perangkat lunak ini menambahkan konteks untuk tanggapan, bukan hanya daftar jawaban.

Bard juga dimaksudkan untuk membantu permintaan tindak lanjut dengan menambahkan lebih banyak subjek yang dapat dicari. *** (NAZ)

Penulis: Niken Ayu Zahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X