Sedangkan, kulit harimau dibuat dari kulit kambing yang dibentuk sedemikian rupa oleh perajin Reog hingga menyerupai kulit harimau.
Menko PMK Muhadjir Effendy, mengatakan ekosistem Reog Ponorogo juga telah terbentuk dengan baik, yang merupakan hasil dari upaya Pemkab Ponorogo dan masyarakat setempat.
Mulai dari pendidikan, event, kerajinan, hingga peternakan burung merak sebagai pemasok bulu untuk kerajinan Reog.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga telah memasukkan kesenian Reog Ponorogo sebagai muatan lokal dalam kurikulum pendidikan sekolah dasar dan menengah.
Anak-anak di sekolah di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur telah mendapatkan pengajaran mengenai kesenian Reog hingga praktik penggunaannya dalam pergelaran.
"Secara ekosistem sudah terbentuk dengan rapi, itu alasan kami berani mengusulkan Reog Ponorogo ke UNESCO,” kata Muhadjir. ***
Artikel Terkait
Kesenian Reog Ponorogo: Sejarah, Budaya, dan Pesona
Kesenian Asal Aceh: Memperkaya Budaya Nusantara
Valencia yang Memukau: Pesona Wisata, Kesenian, dan Kuliner yang Mengagumkan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno Membuka Pesta Kesenian Bali ke-45 Tahun 2023
Sandiaga sebut Reog Ponorogo lokomotif UMKM, selangkah lagi jadi bagian jejaring Kota Kreatif UNESCO
Seni Topeng Malangan, kesenian tradisional dari Kota Malang Jawa Timur
Kesenian wayang, salah satu wujud budaya luhur bangsa Indonesia
Kuda Lumping, kesenian bersejarah yang sarat nilai dan budaya
Pawai Reog Ponorogo meriahkan Kota Jakarta, dorong kesenian Jawa Timur jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO