Patung Pangeran Diponegoro yang tampak gagah itu terbuat dari perunggu seberat 8 ton. Merupakan karya seniman pahat dari Italia, Prof Coberlato.
Patung Pangeran Diponegoro tersebut merupakan sumbangan dari Konsulat Jendral Honores di Indonesia, Dr Mario.
Baca Juga: Hujan es di negara beriklim tropis jadi fenomena menarik, kenali penyebab dan dampaknya di sini
Gagasan pembangunan Tugu Monas Jakarta muncul setelah 9 tahun Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Tepatnya beberapa hari setelah HUT ke-9 Kemerdekaan RI, pemerintah membentuk Panitia Tugu Nasional yang bertugas mengusahakan berdirinya Tugu Monas.
Panitia itu dipimpin oleh Sarwoko Martokusumo, dan S Suhud sebagai penulis, Sumali Prawirosudirdjo sebagai bendahara, dibantu empat orang anggota masing-masing Supeno, K K Wiloto, E F Wenas, dan Sudiro.
Panitia yang dibentuk itu bertugas mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembangunan Tugu Monas di tengah lapangan Medan Merdeka Jakarta.
Termasuk mengumpulkan biaya pembangunannya yang harus dikumpulkan dari swadaya masyarakat sendiri.
Setelah itu dibentuk panitia pembangunan Tugu Monas yang dinamakan Tim Yuri, diketuai langsung oleh Presiden RI, Ir Soekarno.
Baca Juga: Kue lontar khas Papua, kudapan sederhana yang melegenda dan punya cerita
Melalui tim ini, pemerintah mengadakan dua kali sayembara. Pertama, pada 17 Februari 1955, dan yang kedua 10 Mei 1960.
Dengan sayembara itu, diharapkan bentuk tugu yang dibangun benar-benar bisa menunjukkan kepribadian bangsa Indonesia bertiga dimensi tidak rata.
Adapun kriteria Tugu Monas itu adalah harus menjulang tinggi ke langit. Dibuat dari beton dan besi serta batu pualam yang tahan gempa.
Tahan kritikan zaman sedikitnya 1000 tahun, dan mampu menghasilkan karya budaya yang menimbulkan semangat kepahlawanan.
Baca Juga: Kampung Ancol di Jakarta Utara punya Taman Kebugaran baru, dilengkapi fasilitas fitness outdoor
Artikel Terkait
Monas, tugu ikonik sarat sejarah perjuangan RI, lambang semangat nasionalisme meraih kemerdekaan
Pameran Art the Fact 2.0 HUT ke-46 Museum Bahari Jakarta, angkat tema penyebaran budaya Austronesia
Sejarah lengkap Museum Bahari Jakarta yang kini berusia 46 tahun
Perahu Cadik Papua, koleksi masterpiece Museum Bahari Jakarta, didatangkan langsung dari Jayapura
10 gedung pencakar langit di kota Jakarta, mana yang menurutmu mengesankan?
Kekayaan kuliner dari Pulau Jawa yang melegenda, dari Jawa Timur hingga Betawi di Jakarta
Kampung Ancol di Jakarta Utara punya Taman Kebugaran baru, dilengkapi fasilitas fitness outdoor
Berwisata ke Tugu Monas Jakarta, liburan sambil mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan RI