Bukan Sekadar Tarian! Festival Lamaholot di Lembata Tunjukkan Jantung Pariwisata NTT yang Sesungguhnya

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 12:13 WIB
Suasana pembukaan yang penuh semangat menandai dimulainya pertunjukan budaya khas Lembata - WartaPesona.com (BPOLBF)
Suasana pembukaan yang penuh semangat menandai dimulainya pertunjukan budaya khas Lembata - WartaPesona.com (BPOLBF)

Tarian Tradisional yang Pikat Wisatawan

Festival Lamaholot menghadirkan dua tarian utama yang menggambarkan kekayaan budaya Lembata:

Sole Oha – Tarian rakyat suku Lamaholot yang dimainkan secara melingkar dengan lantunan syair adat, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan dan simbol persaudaraan.

Tari Beku – Menceritakan perjuangan leluhur dan rasa syukur atas keselamatan setelah musibah. Gerakan tarian ini menggambarkan ketabahan dan semangat hidup masyarakat Lembata.

Baca Juga: Merangkai Harmoni Nusantara: Wapres Gibran Dukung Pelestarian Budaya dan UMKM Lokal di Jantung NTT

Keindahan tarian ini berhasil memukau wisatawan dari Jerman, Polandia, dan Belanda yang turut hadir di Desa Atakore. Mereka mengaku terpesona oleh harmoni gerak, musik tradisional, dan makna mendalam dari setiap tarian.

Dampak Positif bagi Pariwisata Lembata

Festival ini bukan hanya ajang seni budaya, tetapi juga menjadi strategi promosi pariwisata berkelanjutan. Kehadiran wisatawan asing menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal bisa menjadi daya tarik global yang mendukung ekonomi masyarakat desa.

Dengan kegiatan seperti ini, Lembata berpotensi menjadi destinasi unggulan wisata budaya di Nusa Tenggara Timur, sejalan dengan program Kementerian Pariwisata untuk memperkuat desa wisata dan atraksi berbasis kearifan lokal.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: BPOLBF

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X