Tarian Tradisional yang Pikat Wisatawan
Festival Lamaholot menghadirkan dua tarian utama yang menggambarkan kekayaan budaya Lembata:
Sole Oha – Tarian rakyat suku Lamaholot yang dimainkan secara melingkar dengan lantunan syair adat, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan dan simbol persaudaraan.
Tari Beku – Menceritakan perjuangan leluhur dan rasa syukur atas keselamatan setelah musibah. Gerakan tarian ini menggambarkan ketabahan dan semangat hidup masyarakat Lembata.
Baca Juga: Merangkai Harmoni Nusantara: Wapres Gibran Dukung Pelestarian Budaya dan UMKM Lokal di Jantung NTT
Keindahan tarian ini berhasil memukau wisatawan dari Jerman, Polandia, dan Belanda yang turut hadir di Desa Atakore. Mereka mengaku terpesona oleh harmoni gerak, musik tradisional, dan makna mendalam dari setiap tarian.
Dampak Positif bagi Pariwisata Lembata
Festival ini bukan hanya ajang seni budaya, tetapi juga menjadi strategi promosi pariwisata berkelanjutan. Kehadiran wisatawan asing menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal bisa menjadi daya tarik global yang mendukung ekonomi masyarakat desa.
Dengan kegiatan seperti ini, Lembata berpotensi menjadi destinasi unggulan wisata budaya di Nusa Tenggara Timur, sejalan dengan program Kementerian Pariwisata untuk memperkuat desa wisata dan atraksi berbasis kearifan lokal.***
Artikel Terkait
BPOLBF Dorong Kolaborasi Industri Pariwisata Lewat Paket Bundling Low Season
Plt. Direktur Utama BPOLBF Isi Kuliah Umum di Unika Santu Paulus Ruteng, Dorong Kolaborasi untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Menyapa Pesona Labuan Bajo Lewat Lensa BPOLBF
Labuan Bajo Lebih Bersih: BPOLBF Rutin Gelar Gerakan Wisata Bersih Setiap Jumat