Bukan Sekadar Tarian! Festival Lamaholot di Lembata Tunjukkan Jantung Pariwisata NTT yang Sesungguhnya

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 12:13 WIB
Suasana pembukaan yang penuh semangat menandai dimulainya pertunjukan budaya khas Lembata - WartaPesona.com (BPOLBF)
Suasana pembukaan yang penuh semangat menandai dimulainya pertunjukan budaya khas Lembata - WartaPesona.com (BPOLBF)

WartaPesona.com — Suasana penuh warna dan semangat tradisi mewarnai lanjutan Kharisma Event Nusantara (KEN): Festival Lamaholot yang digelar di Desa Atakore, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setelah pembukaan meriah pada Selasa (7/10/2025), festival ini menampilkan berbagai pertunjukan tarian adat khas Lembata yang memukau penonton lokal maupun wisatawan mancanegara.

Kegiatan di Desa Atakore bukan sekadar pelengkap, melainkan inti dari keseluruhan festival. Pemerintah Daerah Lembata bersama masyarakat setempat menampilkan warisan budaya yang sarat makna, memperlihatkan bahwa Lembata tak hanya indah karena alamnya, tetapi juga karena kekayaan seni dan tradisinya.

Baca Juga: Peringatan Hari Pariwisata Dunia 2025 Digelar di Sumba Barat Daya, NTT

Wakil Bupati: Lembata Promosikan Budaya dan Desa Wisata

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir Laode, menegaskan bahwa arah pengembangan pariwisata kini tak hanya berfokus pada keindahan alam, melainkan juga wisata budaya dan desa wisata.

Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir Laode, membuka rangkaian Festival Lamaholot di Desa Atakore - WartaPesona.com
Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir Laode, membuka rangkaian Festival Lamaholot di Desa Atakore - WartaPesona.com (BPOLBF)

“Hari ini orang tak lagi hanya melihat Indonesia dari pantainya, tetapi dari keindahan budaya dan desa wisata. Prioritas kita ke depan adalah mempromosikan budaya dan keindahan desa wisata di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kemenparekraf: Budaya Adalah Jantung Pariwisata Berkualitas

Hadir mewakili Menteri Pariwisata RI, Dwi Marhen Yono, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II sekaligus Plt. Direktur Utama BPOLBF, menegaskan pentingnya menjadikan budaya sebagai daya tarik utama.

Baca Juga: Bendungan Manikin, Pilar Ketahanan Pangan dan Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi NTT dalam Visi Presiden Prabowo

“Keindahan Desa Wisata Atakore dan adat istiadatnya adalah jantung pariwisata berkelanjutan. Jagalah budaya ini dan jadikan atraksi wisata yang membahagiakan pengunjung,” kata Marhen.

Dwi Marhen Yono, Plt. Dirut BPOLBF : Kehadiran wisatawan mancanegara menandakan daya tarik budaya Lembata yang mendunia - WartaPesona.com
Dwi Marhen Yono, Plt. Dirut BPOLBF : Kehadiran wisatawan mancanegara menandakan daya tarik budaya Lembata yang mendunia - WartaPesona.com (BPOLBF)

Ia menambahkan, Lembata tak boleh hanya jadi penonton dalam industri pariwisata, tapi harus menjadi pemain utama yang menampilkan kekhasan lokalnya di panggung dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: BPOLBF

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X