“Festival ini bukan sekadar pesta tahunan, melainkan benang merah yang menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan. Kita menjaga warisan leluhur, meneruskannya kepada generasi muda, dan menjadikannya kebanggaan bersama,” ujarnya.
Karnaval, Seni, dan UMKM Lokal
Sebelum acara pembukaan, digelar Karnaval Budaya yang menampilkan perwakilan paguyuban, pelajar, dan OPD Kabupaten Lembata.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Perkenalan Etnik Lamaholot, pertunjukan seni, serta bazar UMKM lokal yang memamerkan tenun tradisional, kuliner khas, hingga produk kreatif seperti topi lontar dan lukisan bertema laut serta perburuan paus.
Festival Lamaholot 2025 menampilkan lebih dari 200 seniman dan menarik lebih dari 2.500 pengunjung pada hari pembukaan.
Menariknya, perayaan festival tidak hanya terpusat di kota Lembata, tetapi juga digelar di Desa Atakore dan Kampung Adat Lewohala, yang memperkaya nuansa budaya dalam tiga lokus perayaan utama.
Baca Juga: Menyapa Pesona Labuan Bajo Lewat Lensa BPOLBF
Dampak Pariwisata dan Target Nasional
Dwi Marhen Yono juga menyampaikan bahwa Kemenparekraf menargetkan 14,6–16 juta wisatawan mancanegara serta 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara sepanjang tahun 2025, dengan kontribusi tenaga kerja sektor pariwisata mencapai 25,8 juta orang.
Ia menegaskan bahwa program Kharisma Event Nusantara (KEN) telah terbukti menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor pariwisata pasca-pandemi.
Tahun 2024, KEN mencatat 8,4 juta kunjungan wisatawan, 29 ribu UMKM aktif, 74 ribu tenaga kerja, dan perputaran ekonomi mencapai Rp13,57 triliun.
“Kami berharap Festival Lamaholot juga berkontribusi positif terhadap capaian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT,” tambah Marhen.
Baca Juga: BPOLBF Dorong Kolaborasi Industri Pariwisata Lewat Paket Bundling Low Season
Empat Event NTT Masuk KEN 2025
- Selain Festival Lamaholot, tiga event lain dari NTT juga masuk dalam daftar KEN 2025, yaitu:
- Festival Rote Malole – Kabupaten Rote Ndao (debut perdana di KEN)
- Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara – Labuan Bajo (Top 10 KEN 2025)
- Wolobobo Ngada Festival – Kabupaten Ngada (masuk KEN sejak 2022)
- Festival Lamaholot – Kabupaten Lembata (terpilih untuk kedua kalinya)
“Kami berharap Festival Lamaholot juga berkontribusi positif terhadap capaian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT,” tutup Marhen. ***
Artikel Terkait
Tak Makan Nasi, Warga Kampung Cireundeu Pilih Rasi sebagai Makanan Pokok
Angka Ini Bikin Kaget! Jumlah Wisatawan Asing ke Indonesia Tembus Rekor Baru
Ternyata Begini Cara Kemenpar Promosikan Wisata Ramah Muslim ke Dunia
10 Curug di Jawa Barat Ini Cantiknya Keterlaluan, Nomor 4 Bikin Merinding!