WartaPesona.com – Tak seperti kebanyakan orang Indonesia yang menjadikan nasi sebagai makanan pokok, warga Kampung Cireundeu di Kota Cimahi justru punya pilihan berbeda: mereka makan Rasi, nasi dari singkong yang jadi simbol kemandirian dan warisan leluhur.
Tradisi ini bermula sejak awal 1900-an, ketika warga sulit mendapatkan beras.
Seorang tokoh adat kemudian mendorong masyarakat untuk memanfaatkan hasil bumi lokal, terutama singkong yang melimpah di tanah mereka.
Baca Juga: Festival, Musik, hingga Lari Marathon! Daftar Lengkap Event Jawa Barat Oktober 2025
Dari situlah lahir Rasi—singkatan dari “beras singkong”—yang kini menjadi kebanggaan warga.
Secara tampilan, Rasi mirip beras biasa dan dimasak dengan cara ditanak atau dikukus.
Namun, teksturnya lebih kenyal dan memiliki aroma khas singkong. Warga biasa menyantapnya dengan lauk pauk, sayur, bahkan mengolahnya menjadi berbagai kue tradisional.
Menurut laman Kementerian Kebudayaan RI, Rasi bukan sekadar makanan, tapi juga lambang gotong royong, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap alam.
Baca Juga: Garuda Indonesia Kawal Pemulangan Artefak Bersejarah, Hasil Diplomasi Prabowo di Belanda
Bagi warga Cireundeu, beras dianggap bersifat duniawi, sementara Rasi mencerminkan spiritualitas dan kemandirian.
Keunikan tradisi ini mendapat pengakuan nasional ketika pemerintah menetapkan Rasi sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia pada tahun 2021, bertepatan dengan tradisi adat Tutup Taun Ngemban Taun 1 Sura.
Kini, Kampung Cireundeu tak hanya dikenal sebagai desa adat, tapi juga sebagai ikon ketahanan pangan lokal dan wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi.***
Artikel Terkait
Garuda Indonesia Kawal Pemulangan Artefak Bersejarah, Hasil Diplomasi Prabowo di Belanda
Panduan Daftar SIAPKerja Magang Nasional 2025: Syarat, Jadwal, dan Manfaatnya
Marc Marquez & Di Giannantonio Lolos Q2, Panaskan Kualifikasi MotoGP Mandalika 2025
Festival, Musik, hingga Lari Marathon! Daftar Lengkap Event Jawa Barat Oktober 2025