WartaPesona.com - Jawa Barat sejak lama dikenal sebagai gudangnya kuliner nikmat. Hampir di setiap sudut wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan, selalu ada sajian khas yang menggoda selera. Dari sekian banyak pilihan, nama Sate Maranggi menempati posisi istimewa di hati pecinta kuliner.
Tidak seperti sate pada umumnya yang mengandalkan bumbu kacang atau saus sambal, Sate Maranggi punya ciri khas pada proses marinasi dagingnya. Namun sebelum membicarakan rahasia kelezatannya, mari menengok sejenak kisah asal-usul kuliner legendaris ini.
Jejak Sejarah Sate Maranggi
Sate Maranggi dipercaya berasal dari Purwakarta. Ada yang menyebut keberadaannya sudah ratusan tahun, sementara versi lain mengatakan sate ini mulai populer pada era 1960-an. Nama “Maranggi” sendiri diambil dari bahasa Sunda yang berarti tukang ukir atau pandai besi. Konon, sate ini dahulu kerap menjadi hidangan penguat stamina bagi para pengrajin besi dan kayu.
Awalnya hanya ditemukan di desa-desa sekitar Purwakarta, kini Sate Maranggi telah menjadi ikon kuliner Jawa Barat. Hampir di setiap perjalanan ke daerah tersebut, mudah sekali menemukan kedai atau warung yang menjualnya.
Baca Juga: Perkuat Pariwisata Desa, Kemenparekraf Beri Dukungan Literasi Bisnis dan Keuangan di Jawa Barat
Rahasia Rasa: Marinasi Bumbu Rempah
Cita rasa unik Sate Maranggi terletak pada proses perendaman daging sebelum dibakar. Daging sapi atau kambing muda dipotong, lalu direndam dalam campuran bumbu ketumbar, bawang putih, jahe, dan kecap manis. Proses ini berlangsung 2 hingga 6 jam sehingga bumbu benar-benar meresap ke serat daging.
Setelah itu, sate dibakar di atas bara arang hingga harum menggoda. Hasilnya, potongan daging terasa lembut, gurih, dan manis dengan aroma smokey khas.
Cara Penyajian yang Beragam
Sate Maranggi biasanya disantap bersama sambal tomat segar atau siraman kecap manis. Di beberapa daerah, ada juga variasi unik. Misalnya, di Cianjur, Sate Maranggi disajikan dengan ketan bakar dan bumbu oncom, memberikan pengalaman rasa yang semakin kaya.
Keunikan inilah yang membuat Sate Maranggi berbeda dari sate lainnya di Nusantara. Bahkan, pada 2018, kuliner ini resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Warisan Rasa yang Patut Dilestarikan
Artikel Terkait
Sungai Citarum Jawa Barat diduga tercemar limbah obat-obatan, benarkah?
5 Desa di 4 Kecamatan di Kabupaten Garut Jawa Barat masuk kategori rentan pangan, satu desa butuh intervensi segera
Sandiaga Uno tegaskan tidak akan maju di Pilkada 2024 Jawa Barat, waktunya mepet!
Perkuat Pariwisata Desa, Kemenparekraf Beri Dukungan Literasi Bisnis dan Keuangan di Jawa Barat
Kenaikan Gaji PNS 2025 di Perpres 79/2025: Rincian PNS–PPPK, Skema Kinerja, hingga Quick Wins Pemerintah serta Tips Kelola Gaji
Nasib Tax Amnesty Jilid III Kembali Menguap usai Menkeu Purbaya Sebut Itu Insentif Orang Kibul-kibul