Hutan Bambu Penglipuran: Pelindung Desa yang Menjaga Keseimbangan Alam dan Sejarah

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Senin, 13 Januari 2025 | 11:59 WIB
Hutan Bambu Desa Penglipuran, Bali. (Foto: https://www.indonesia.travel/id/id/ide-liburan/intip-yuk-daya-tarik-yang-ditawarkan-desa-penglipuran-bali.html)
Hutan Bambu Desa Penglipuran, Bali. (Foto: https://www.indonesia.travel/id/id/ide-liburan/intip-yuk-daya-tarik-yang-ditawarkan-desa-penglipuran-bali.html)

 

WartaPesona.com- Desa Penglipuran di Bali tidak hanya dikenal dengan kebersihan dan tata ruangnya yang unik, tetapi juga dengan keberadaan Hutan Bambu yang luas dan memukau.

Dengan luas mencapai 45 hektare atau sekitar 40 persen dari keseluruhan desa, hutan bambu ini bukan hanya menjadi objek wisata yang menawan, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pelindung desa.

Hutan bambu ini dijaga dengan penuh kehati-hatian oleh masyarakat setempat, karena mereka meyakini bahwa bambu merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah dan keberadaan desa mereka.

Baca Juga: Desa Penglipuran Bali: Menjaga Keharmonisan dengan Konsep Tri Mandala dalam Tata Ruang Desa

Keberadaan hutan bambu yang sudah ada sejak dahulu kala ini diyakini memiliki keterkaitan erat dengan leluhur mereka, menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Tidak hanya memperindah desa, hutan bambu ini juga memiliki fungsi yang sangat vital.

Salah satu peran pentingnya adalah sebagai kawasan resapan air. Akarnya yang kuat dan rapat berfungsi menyerap air hujan yang turun, menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi risiko banjir di sekitar desa. Itulah mengapa masyarakat menyebutnya sebagai hutan pelindung desa.

Baca Juga: Desa Penglipuran Bali: Desa Terbersih di Dunia yang Menjadi Inspirasi Keberlanjutan Lingkungan

Keberadaan hutan bambu ini juga menjadi contoh nyata dari keberhasilan masyarakat Desa Penglipuran dalam melestarikan alam dan budaya.

Dengan menjaga kelestarian hutan bambu, mereka tidak hanya mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan untuk masa depan.

Hutan bambu ini menjadi simbol kekuatan dan kebersamaan masyarakat Penglipuran dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Baca Juga: Indonesia Siap Berangkatkan 221 Ribu Jemaah Haji pada Musim Haji 2025, Melalui MoU dengan Arab Saudi

Hutan bambu di Desa Penglipuran bukan hanya sebagai tempat wisata yang menenangkan, namun juga sebagai pelindung desa yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X