Desa Wisata Jatiluwih, Desa Wisata Berkelanjutan yang Jadi Teladan Dunia

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Rabu, 11 Desember 2024 | 20:58 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti dan Wamenpar Ni Luh Puspa memberikan apresiasi tinggi kepada Desa Wisata Jatiluwih sebagai salah satu pemenang Best Tourism Village 2024. (Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata Widiyanti dan Wamenpar Ni Luh Puspa memberikan apresiasi tinggi kepada Desa Wisata Jatiluwih sebagai salah satu pemenang Best Tourism Village 2024. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi tinggi atas penerapan pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Jatiluwih, Bali.

Baca Juga: Logo Baru Ekonomi Kreatif: Simbol Kreativitas Tak Terbatas untuk Indonesia di Pentas Dunia

Desa ini sukses memadukan pelestarian budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Jatiluwih menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata dapat mendukung pelestarian budaya dan lingkungan sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat. Sistem subak yang menjadi fondasi praktik agrikultur di sini membuktikan kekuatan kearifan lokal,” ujar Menpar Widiyanti.

Jatiluwih mendapatkan pengakuan global sebagai salah satu pemenang Best Tourism Villages 2024 oleh UN Tourism, bersama Desa Wisata Wukirsari (DIY).

Baca Juga: Women From Rote Island: Kilau Perfilman Indonesia Menuju Piala Oscar 2025

Sebelumnya, desa ini telah mendapatkan UNESCO World Cultural Heritage pada 2012 berkat sistem subaknya yang unik.

Selain itu, Desa Jatiluwih juga ditetapkan sebagai Desa Wisata Tersertifikasi Berkelanjutan melalui program SertiDEWI (Sertifikasi Pariwisata Berkelanjutan untuk Desa Wisata) oleh Kementerian Pariwisata tahun ini.

Menurut data DPP ASITA Bali, 80% wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali menyempatkan diri datang ke Jatiluwih.

Baca Juga: Hutan Universitas Indonesia: Tempat Healing Seru untuk Akhir Pekan Keluarga

Widiyanti menegaskan pentingnya prinsip pariwisata berkelanjutan sebagai bagian dari program andalan Kemenpar.

Ia mendorong kolaborasi pemerintah daerah, asosiasi, dan industri untuk mengadopsi pendekatan serupa di desa wisata lainnya.

“Kita harus memastikan pariwisata tidak hanya berdampak ekonomi, tapi juga menjaga warisan budaya dan lingkungan. Ini adalah pondasi penting untuk pengembangan desa wisata lainnya,” ungkap Menpar Widiyanti.

Baca Juga: Pantai Lovina: Bali Menuju Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X