Desa Wisata Naik Kelas: Literasi Keuangan & Bisnis DPUP 2024 di Samosir

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Kamis, 28 November 2024 | 13:05 WIB
Pelatihan literasi keuangan di Desa Hariara Pohan, Samosir, hadirkan solusi praktis untuk pengelolaan bisnis dan pengembangan usaha desa wisata. (Kemenparekraf)
Pelatihan literasi keuangan di Desa Hariara Pohan, Samosir, hadirkan solusi praktis untuk pengelolaan bisnis dan pengembangan usaha desa wisata. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Sebagai bagian dari program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan pelatihan Literasi Keuangan dan Bisnis Dukungan Pengembangan Usaha Pariwisata (DPUP) di Desa Hariara Pohan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, Jumat (22/11/2024).

Baca Juga: De Gadjah Akui Tertinggal di Pilgub Bali, Berikan Selamat kepada Koster-Giri

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Rizki Handayani, menyebut pelatihan ini adalah bagian dari langkah konkret untuk mendukung 50 desa wisata penerima program DPUP 2024.

Setiap desa mendapatkan bantuan Rp120 juta yang dialokasikan untuk pengadaan peralatan penunjang usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti atraksi wisata, kriya, fesyen, dan kuliner.

Baca Juga: Hasil Quick Count Pilgub Jabar 2024: Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Menuju Kemenangan

Dalam kegiatan ini, Desa Hariara Pohan menerima bantuan berupa perangkat pendukung seperti lampu tenaga surya, genset, laptop, sound system, dan alat musik untuk mendukung pertunjukan pariwisata.

Rizki menegaskan bahwa bantuan ini diiringi pelatihan agar pelaku usaha desa wisata mampu mengelola bisnis dan keuangan secara profesional.

Baca Juga: Pilkada DKI Jakarta 2024: Satu atau Dua Putaran?

“Kami ingin para pelaku usaha di desa wisata dapat merencanakan dan mencatat keuangan dengan baik, sehingga menjadi bankable dan siap mengakses modal dari lembaga keuangan,” ungkap Rizki.

Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menambahkan bahwa literasi keuangan bertujuan melindungi pelaku usaha desa dari jeratan pinjaman online ilegal dan aktivitas judi daring yang meresahkan.

Pelatihan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), perangkat desa, pengelola desa wisata, dan pelaku usaha lokal.

Baca Juga: Hasil Rekap C1: Pramono Anung-Rano Karno Raih 50,09% Suara di Pilkada DKI Jakarta 2024

Materi yang diberikan meliputi kewaspadaan terhadap investasi ilegal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga manajemen usaha mikro dari Bank Sumut.

Sony Panjaitan, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, turut hadir bersama Ketua Pokja Dana Masyarakat, S.N. Megawati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Festival Iraw Tengkayu di Kalimantan Utara

Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:18 WIB
X