IMMS 2024: Langkah Baru untuk Keselamatan Wisata Pendakian Gunung di Indonesia

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Jumat, 29 November 2024 | 22:12 WIB
Antusiasme peserta IMMS 2024, terdiri dari tenaga kesehatan dan penggiat alam, dalam workshop keselamatan wisata pendakian gunung. (Kemenparekraf)
Antusiasme peserta IMMS 2024, terdiri dari tenaga kesehatan dan penggiat alam, dalam workshop keselamatan wisata pendakian gunung. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Semakin populernya wisata pendakian gunung di Indonesia memacu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keselamatan dan penanganan medis.

Baca Juga: HUT Ke-53 KORPRI: ASN Sebagai Perekat Bangsa dan Garda Inovasi Pemerintahan

Hal ini diwujudkan melalui Indonesia Mountain Medicine Summit (IMMS) 2024, sebuah acara kolaborasi lintas komunitas yang digelar di Jakarta pada 23-24 November 2024.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events), Vinsensius Jemadu, menjelaskan bahwa acara ini menghubungkan dunia pendakian dengan ilmu kedokteran.

“Tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang keselamatan dan penanganan risiko kecelakaan dalam wisata berbasis petualangan,” katanya, Jumat (29/11).

Baca Juga: Presiden Prabowo: Guru, Pilar Keberhasilan Bangsa dan Prioritas Utama Kabinet Merah-Putih

Acara yang mengusung tema besar "Safe Mountaineering for All" ini menghadirkan dua sesi utama:

  1. Workshop Wilderness Medicine in Practice (23 November), diikuti 150 peserta secara luring.
  2. Simposium Safe Mountaineering for All (24 November), dihadiri lebih dari 250 peserta secara luring dan daring.

Baca Juga: Kemenpora Raih Apresiasi KIP: Komitmen Keterbukaan Informasi Publik yang Inspiratif
Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, termasuk dokter, perawat, pendaki, pemandu gunung, hingga anggota organisasi pecinta alam.

Usia peserta berkisar antara 15 hingga 72 tahun, menunjukkan luasnya cakupan edukasi acara ini.

Direktur Wisata Minat Khusus, Itok Parikesit, menegaskan pentingnya keterampilan medis di kalangan pengelola dan penggiat wisata alam.

Baca Juga: Kemenpora dan Emtek Media Sinergi Bangun Prestasi Olahraga Menuju Olimpiade 2028

"Acara ini menjadi forum yang sangat relevan untuk menyebarkan ilmu dan membangun komitmen keselamatan wisata alam di Indonesia," ujarnya.

Puncak IMMS 2024 melahirkan gerakan "Indonesia Wilderness Medicine Society". Gerakan ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi para profesional di bidang kesehatan dan pendakian untuk menciptakan kegiatan wisata alam yang aman dan nyaman.

Founder Dokter Pendaki, dr. Reyner, mengungkapkan bahwa gerakan ini akan terus berlanjut dan berkembang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X