WartaPesona.com - Semakin populernya wisata pendakian gunung di Indonesia memacu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keselamatan dan penanganan medis.
Baca Juga: HUT Ke-53 KORPRI: ASN Sebagai Perekat Bangsa dan Garda Inovasi Pemerintahan
Hal ini diwujudkan melalui Indonesia Mountain Medicine Summit (IMMS) 2024, sebuah acara kolaborasi lintas komunitas yang digelar di Jakarta pada 23-24 November 2024.
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events), Vinsensius Jemadu, menjelaskan bahwa acara ini menghubungkan dunia pendakian dengan ilmu kedokteran.
“Tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang keselamatan dan penanganan risiko kecelakaan dalam wisata berbasis petualangan,” katanya, Jumat (29/11).
Baca Juga: Presiden Prabowo: Guru, Pilar Keberhasilan Bangsa dan Prioritas Utama Kabinet Merah-Putih
Acara yang mengusung tema besar "Safe Mountaineering for All" ini menghadirkan dua sesi utama:
- Workshop Wilderness Medicine in Practice (23 November), diikuti 150 peserta secara luring.
- Simposium Safe Mountaineering for All (24 November), dihadiri lebih dari 250 peserta secara luring dan daring.
Baca Juga: Kemenpora Raih Apresiasi KIP: Komitmen Keterbukaan Informasi Publik yang Inspiratif
Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, termasuk dokter, perawat, pendaki, pemandu gunung, hingga anggota organisasi pecinta alam.
Usia peserta berkisar antara 15 hingga 72 tahun, menunjukkan luasnya cakupan edukasi acara ini.
Direktur Wisata Minat Khusus, Itok Parikesit, menegaskan pentingnya keterampilan medis di kalangan pengelola dan penggiat wisata alam.
Baca Juga: Kemenpora dan Emtek Media Sinergi Bangun Prestasi Olahraga Menuju Olimpiade 2028
"Acara ini menjadi forum yang sangat relevan untuk menyebarkan ilmu dan membangun komitmen keselamatan wisata alam di Indonesia," ujarnya.
Puncak IMMS 2024 melahirkan gerakan "Indonesia Wilderness Medicine Society". Gerakan ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi para profesional di bidang kesehatan dan pendakian untuk menciptakan kegiatan wisata alam yang aman dan nyaman.
Founder Dokter Pendaki, dr. Reyner, mengungkapkan bahwa gerakan ini akan terus berlanjut dan berkembang.
Artikel Terkait
Perkuat Pariwisata Desa, Kemenparekraf Beri Dukungan Literasi Bisnis dan Keuangan di Jawa Barat
Kemenparekraf Gaet Wisatawan Asia Selatan Lewat Famtrip Eksklusif ke 5 Destinasi Indonesia
Tanggap Bencana Erupsi Lewotobi, Kemenparekraf Pastikan Evakuasi Wisatawan di Labuan Bajo Berjalan Lancar
Dorong Investasi Besar, Kemenparekraf Siapkan Sinergi Pusat dan Daerah
Wisatawan Dievakuasi Dengan Aman Pascakejadian Erupsi Gunung Lewotobi: Kemenparekraf Tanggap dan Siapkan Jalur Darat, Laut, dan Udara