WartaPesona.com - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Enik Ermawati, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Baca Juga: Ekonomi Kreatif: Berperan Penting untuk Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Pesan ini disampaikan saat memberikan pidato kunci dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Arah Kebijakan Luar Negeri untuk Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara daring, Selasa (19/11/2024).
Wamenpar Ni Luh menekankan bahwa kolaborasi antar pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan berbagai sektor terkait menjadi landasan utama merancang program yang sejalan dengan prioritas nasional dan regional.
Baca Juga: Danau Toba Beraksi: Aquabike Jetski World Championship 2024 Dorong Pariwisata Lokal
“Transformasi digital di sektor pariwisata harus dipercepat untuk menjawab kebutuhan wisatawan global yang semakin dinamis,” ujarnya. Wamenpar juga mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.
Melalui kerja sama internasional, Wamenpar mendorong promosi kekayaan budaya, keindahan alam, dan daya tarik kreatif sebagai keunggulan Indonesia. Konsep keberlanjutan juga menjadi fokus utama, mencakup pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan perlindungan budaya.
Baca Juga: Fesbul 2024: Panggung Sineas Muda Indonesia untuk Dunia
Indonesia aktif dalam berbagai forum internasional, termasuk:
- Multilateral: Forum UN Tourism, APEC, dan G20 untuk mendorong kebijakan keberlanjutan.
- Regional: ASEAN Mutual Recognition Arrangement untuk meningkatkan mobilitas tenaga kerja di sektor pariwisata.
- Sub-Regional dan Bilateral: Pengembangan destinasi unggulan melalui IMT-GT dan BIMP-EAGA, serta kampanye Visit IMT-GT Year 2023-2025.
Baca Juga: Kemitraan Kunci Kesuksesan IKM: Gebyar IKMA 2024 Perkuat Rantai Pasok dan Inovasi
Rakor yang digelar pada 19–21 November 2024 di Batam, Kepulauan Riau, menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
Acara ini juga menjadi langkah penting dalam transisi Kemenparekraf menjadi Kemenpar dan Kemenekraf, khususnya dalam diplomasi internasional.
Baca Juga: Menpora Dito: Kejuaraan Aquabike Jetski Toba Semakin Mendunia, Peserta Meningkat Signifikan
Turut hadir Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Yayan Ganda Hayat Mulyana, serta para akademisi dan pelaku industri, termasuk Presiden ASEANTA Eddy Krismeidi dan Dewan Penasehat Jakarta Film Week Vivian Idris.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, Indonesia optimis dapat memperkuat daya saing pariwisata sekaligus memperkokoh posisinya di kancah internasional. ***(HA)
Artikel Terkait
Mendorong Kualitas Desa Wisata: Kemenparekraf Beri Bantuan Pengembangan untuk 24 Desa Wisata di 12 Provinsi
Transformasi Pariwisata Berkelanjutan: Kemenparekraf Pecah Menjadi Dua Entitas Demi Program Inovatif 2024
Perkuat Pariwisata Desa, Kemenparekraf Beri Dukungan Literasi Bisnis dan Keuangan di Jawa Barat
Kemenparekraf Gaet Wisatawan Asia Selatan Lewat Famtrip Eksklusif ke 5 Destinasi Indonesia
Dorong Investasi Besar, Kemenparekraf Siapkan Sinergi Pusat dan Daerah