Fesbul 2024: Panggung Sineas Muda Indonesia untuk Dunia

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Selasa, 19 November 2024 | 21:51 WIB
WamenEkraf Irene Umar menghadiri Fesbul 2024, menunjukkan penghargaan untuk film pendek terbaik di Djakarta Theatre XXI. (Kemenparekraf)
WamenEkraf Irene Umar menghadiri Fesbul 2024, menunjukkan penghargaan untuk film pendek terbaik di Djakarta Theatre XXI. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com  - Festival Film Bulanan (Fesbul) 2024 menjadi momen bersejarah bagi sineas film pendek tanah air. Dalam perayaan puncaknya di Djakarta Theatre XXI, Minggu (17/11), Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (WamenEkraf/WakaBekraf) Irene Umar menegaskan pentingnya ajang ini sebagai wadah ekspresi kreatif yang membawa film pendek Indonesia semakin diakui di kancah global.

Baca Juga: Kemitraan Kunci Kesuksesan IKM: Gebyar IKMA 2024 Perkuat Rantai Pasok dan Inovasi

“Ini adalah saat genting untuk suara kita didengar dunia. Fondasi yang kita bangun lima tahun ke depan harus melampaui ekspektasi, bukan hanya sebagai bangsa, tetapi sebagai bagian dari umat manusia,” ujar Irene dalam sambutannya.

Sejak 2021, Fesbul telah menghasilkan hampir 2.000 karya terkurasi dari berbagai komunitas film di Indonesia.

Baca Juga: Menpora Dito: Kejuaraan Aquabike Jetski Toba Semakin Mendunia, Peserta Meningkat Signifikan

Tahun ini, di bawah tema "Genting Menjadi Penting", Fesbul memilih 19 nominasi terbaik, dengan lima karya yang berhasil masuk sebagai film pendek unggulan tanpa klasifikasi juara.

Berikut lima film pendek terbaik Fesbul 2024:

  • Last Chicken on Earth (Cinemahameru, Jakarta).
  • Realita Merajut Cinta (Prodi Film & Televisi UPI, Bandung).
  • No UFO Sightings in a Third World Country (Sunshower Films, Pekanbaru).
  • In The Never Ending Whirl Of A Reel (Never-Ending Pictures, Jakarta).
  • Kontapati (Asaloka Films, Yogyakarta).

Baca Juga: Presiden Prabowo di Gala Dinner APEC 2024: Momen Hangat dengan Presiden Joe Biden, Presiden Xi Jinping, dan Pemimpin Asia Tenggara

Irene menekankan pentingnya penerapan konsep berkelanjutan dalam industri film dengan prinsip 3P: Profit, People, and Planet.

"Film pendek kita bukan hanya bicara Indonesia, tetapi pesan global. Kita punya kreativitas, keberagaman, dan talenta luar biasa,” katanya.

Baca Juga: Menpora Dito Mengendarai Jetski di Danau Toba: Parade Mengagumkan di Aquabike World Championship 2024

Dubes Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, juga mengapresiasi potensi sineas tanah air. "Indonesia sudah mampu bersaing di festival film pendek terbesar dunia, Clermont-Ferrand. Talenta dan kreativitasnya sangat menjanjikan,” ujarnya.

Pendiri Fesbul, Abdul Manaf, berharap ajang ini menjadi batu loncatan bagi sineas lokal untuk menjadikan industri film sumber penghidupan dan pendorong ekonomi kreatif Indonesia.

Baca Juga: Hangatnya Diplomasi di Lima: Presiden Vietnam Ajak Presiden Prabowo Foto Bareng Usai Pertemuan Bilateral

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X