Baca Juga: Presiden Prabowo: Satukan Pikiran dan Wewenang untuk Rakyat, Indonesia Pasti Maju!
Aliya menambahkan bahwa CTI juga menghadapi tantangan berupa minimnya minat generasi muda menjadi penenun.
Untuk mengatasi hal ini, CTI telah mengadakan pelatihan di berbagai daerah dan melibatkan desainer ternama untuk meningkatkan kualitas serta pemasaran produk tenun.
“Kami berkolaborasi dengan desainer-desainer terkenal yang membantu mengembangkan desain dan pewarnaan, sehingga karya tenun dapat diterima di pasar lokal maupun internasional,” ungkap Aliya.
Ia berharap kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dapat semakin memperluas dampak program CTI dan memberikan manfaat lebih besar bagi perajin tenun.
Hingga saat ini, CTI telah membantu lebih dari 1.000 perajin tenun di berbagai daerah di Indonesia melalui pelatihan, fasilitasi, dan pemasaran.
Aliya menegaskan bahwa misi CTI adalah tidak hanya mempertahankan tradisi tenun, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para perajin.
Baca Juga: Kolaborasi untuk Perdamaian: Indonesia-China Sepakati Investasi Strategis
MenEkraf Teuku Riefky menyambut baik upaya CTI dan berjanji untuk mendukung penuh program-program yang sejalan dengan visi pemerintah dalam memajukan ekonomi kreatif Indonesia.
"Dukungan kami akan terus diberikan selama program tersebut tepat sasaran dan demi kepentingan Merah Putih," tutup Teuku.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil MenEkraf Irene Umar, Deputi Bidang Ekonomi Digital Muhammad Neil El Himam, serta Direktur Fesyen Kemenparekraf Yuke Sri Rahayu. ***(HA)
Artikel Terkait
Indonesia Maksimalkan Peran di UN Tourism: Langkah Strategis untuk Pariwisata Berdaya Saing Global
Perkuat Pariwisata Desa, Kemenparekraf Beri Dukungan Literasi Bisnis dan Keuangan di Jawa Barat
Wonderful Indonesia Menarik Perhatian di ITTS Kanada 2024 dengan Pesona Pariwisata Berkelanjutan
Indonesia Gaet Wisatawan Taiwan di TITF 2024, Perkuat Promosi 5 Destinasi Super Prioritas
Indonesia Gaungkan Pesona dan Keberlanjutan di WTM London 2024 untuk Tarik Wisatawan Dunia