Indonesia Gaungkan Pesona dan Keberlanjutan di WTM London 2024 untuk Tarik Wisatawan Dunia

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Kamis, 7 November 2024 | 20:58 WIB
Paviliun Indonesia di WTM London 2024, dirancang dengan dekorasi budaya Nusantara, menampilkan keragaman destinasi wisata dan konsep keberlanjutan pariwisata. (Kemenparekraf)
Paviliun Indonesia di WTM London 2024, dirancang dengan dekorasi budaya Nusantara, menampilkan keragaman destinasi wisata dan konsep keberlanjutan pariwisata. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menghadirkan pesona Indonesia di ajang World Travel Market (WTM) London 2024 yang berlangsung di Excel, London, pada 5-7 November 2024.

Acara ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan memperkenalkan inisiatif pariwisata berkelanjutan yang dikembangkan Indonesia.

Baca Juga: Kisah John Mars, Pewaris Kerajaan Cokelat dan Permen Terbesar di Dunia

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini, mengungkapkan bahwa paviliun Indonesia hadir dengan konsep "collaborative marketing" yang melibatkan 46 usaha pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia.

"Ini adalah upaya bersama untuk menjadikan Indonesia destinasi utama di benak para wisatawan," ujarnya.

Inggris, sebagai pasar wisata utama dari Eropa, mencatat kunjungan 267.403 wisatawan ke Indonesia dalam periode Januari-Agustus 2024, naik 19,55% dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: PSSI di Bawah Erick Thohir Mendapat Dukungan Publik: Naturalisasi dan Pembinaan Muda Buahkan Hasil

“Wisatawan Inggris juga dikenal dengan tingkat pengeluaran tinggi, mencapai USD 3.394 per kunjungan, menduduki peringkat tiga terbesar di dunia,” tambah Made.

Tema Indonesia di WTM London kali ini adalah "Keep the Wonders! Discover to Uncover a New Way of Life" yang mempromosikan lima Destinasi Super Prioritas (DSP) yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, serta Bali sebagai hub internasional menuju destinasi wisata utama. Langkah ini dirancang untuk menarik lebih banyak wisatawan ke seluruh pelosok Indonesia.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II, Cecep Rukendi, menargetkan pertumbuhan kunjungan dari pasar Eropa sebesar 20% di atas tahun lalu.

Baca Juga: Erick Thohir Raih 94% Kepuasan Publik: Bukti Kepemimpinan PSSI yang Berbuah Bangga

"Dengan Inggris sebagai penyumbang terbesar, kami optimistis dapat mencapai devisa pariwisata sebesar Rp5,95 triliun," jelasnya.

Selain promosi destinasi, Indonesia mengadakan Wonderful Indonesia Appreciation Night yang menyuguhkan kuliner khas Indonesia seperti soto, rendang, dan ikan woku oleh Chef Patty Elliot.

Acara ini juga menampilkan Tari Legong Mahawidya dari Bali dan Nandak Abnon dari Betawi untuk mengenalkan kekayaan budaya Nusantara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Festival Iraw Tengkayu di Kalimantan Utara

Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:18 WIB
X