Bahkan, pada papan tulis itu masih ada sisa tulisan tangan Bung Hatta menggunakan kapur.
Warga setempat sengaja menjaga tulisan tangan Bung Hatta di papan tulis itu yang berbunyi: "Sedjarah perdjoeangan Indonesia setelah Soempah Pemoeda di Batavia pada tahoen 1928".
Kini, Rumah Pengasingan Bung Hatta di Banda Neira juga sudah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB) sejak tahun 2008.
Pemerintah setempat pun terus mendorong pengembangan Rumah Pengasingan Bung Hatta sebagai salah satu objek wisata unggulan di Banda Neira.
Salah satunya, dengan mengadakan acara Festival Banda Neira setiap setahun sekali.
Festival Banda Neira bahkan masuk dalam 110 acara festival terbaik 2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, dan masuk dalam Kalender Event Nusantara.
Tahun ini, Festival Banda Neira juga akan digelar pada 13-16 November mendatang. ***(KKKO)
Artikel Terkait
Jembatan Merah Surabaya: Melintas Sejarah dan Keindahan di Tengah Kota Pahlawan
Indonesia Berduka: Kepergian Rizal Ramli, Pahlawan Kesejahteraan Bangsa. Sandiaga Uno dan Jose Rizal Memberikan Kenangan Terakhir Bersama Rizal Ramli
Sejarah Malam Nuzulul Quraan yang Diturunkan pada 17 Bulan Ramadhan: Dilengkapi Amalan-Amalannya
Asal Usul dan Sejarah Tradisi Mudik Lebaran Di Indonesia yang Penuh Makna
Perjalanan Sejarah Budaya Unik dari Berbagai Belahan Dunia
Menikmati Pesona Wisata Solo: Keindahan Budaya dan Sejarah yang Memikat
Wisata sejarah Benteng Oranje di Ternate Maluku Utara, saksi kejayaan Nusantara yang kaya rempah
Wisata sejarah Istana Maimun di Medan Sumatera Utara, warisan masa jaya Kesultanan Deli Abad 19 Masehi
Taman Kusuma Bangsa Ibu Kota Nusantara, tempat renungan suci 17 Agustus sebelum ada Makam Pahlawan di IKN