Rumah sewa yang kini menjadi saksi sejarah pengasingan Mohammad Hatta itu berada di samping penjara atau Lapas Banda Neira. Lokasinya tidak jauh dari Benteng Belgica dan Nassau.
Rumah Hatta terdiri dari tiga bangunan yakni bangunan utama, bangunan belakang dan bangunan samping. Semuanya menggunakan atap seng.
Bangunan utama atap bertipe perisai, dan dua bangunan lainnya bertipe pelana. Adapun plafon rumah menggunakan papan kayu, sedangkan lantainya dari bahan terakota.
Selama berada di pengasingan, Bung Hatta tetap beraktivitas seperti biasa. Menulis, dan terus menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada warga setempat dengan caranya.
Baca Juga: Rizki Juniansyah, lifter pertama Indonesia yang meraih emas di Olimpiade
Pengasingannya tak membuat Bung Hatta berhenti memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.
Bahkan, dia memanfaatkan waktunya di sore hari untuk membuka sekolah bagi anak-anak warga setempat.
Memanfaatkan sebagian dari rumahnya, dan tujuh meja dan bangku, Bung Hatta setiap sore memberikan pelajaran bagi anak-anak Banda Neira.
Baca Juga: Impor beras Indonesia hingga Desember 2024 berpotensi capai 5,17 juta ton, terbesar di dunia
Bahkan, dia juga menanamkan jiwa nasionalisme dengan mengajak anak-anak mengecat kapal nelayan dengan warna bendera merah putih.
Selama dalam pengasingannya, Bung Hatta dan Sjahrir juga bertemu dengan seorang warga setempat bernama Des Alwi.
Saat itu, Des Alwi yang di kemudian hari menjadi sejarawan dan diplomat masih duduk di bangku kelas 2 Europeesche Lagere School (ELS).
Baca Juga: Kapal Perang RI mulai angkut pasukan TNI ke IKN, termasuk 36 Paspampres
Mereka, Bung Hatta, Sjahrir, dan Des Alwi menjadi kawan dekat. Bahkan, kedua tokoh bangsa ini mengangkat Des Alwi sebagai anak dan menyekolahkannya hingga ke luar negeri.
Artikel Terkait
Jembatan Merah Surabaya: Melintas Sejarah dan Keindahan di Tengah Kota Pahlawan
Indonesia Berduka: Kepergian Rizal Ramli, Pahlawan Kesejahteraan Bangsa. Sandiaga Uno dan Jose Rizal Memberikan Kenangan Terakhir Bersama Rizal Ramli
Sejarah Malam Nuzulul Quraan yang Diturunkan pada 17 Bulan Ramadhan: Dilengkapi Amalan-Amalannya
Asal Usul dan Sejarah Tradisi Mudik Lebaran Di Indonesia yang Penuh Makna
Perjalanan Sejarah Budaya Unik dari Berbagai Belahan Dunia
Menikmati Pesona Wisata Solo: Keindahan Budaya dan Sejarah yang Memikat
Wisata sejarah Benteng Oranje di Ternate Maluku Utara, saksi kejayaan Nusantara yang kaya rempah
Wisata sejarah Istana Maimun di Medan Sumatera Utara, warisan masa jaya Kesultanan Deli Abad 19 Masehi
Taman Kusuma Bangsa Ibu Kota Nusantara, tempat renungan suci 17 Agustus sebelum ada Makam Pahlawan di IKN