Hanya saja untuk mempercepat proses produksi massal, pengolahan dilakukan menggunakan mesin untuk mempercepat proses sangrai atau pengeringan.
Pucuk daun teh hanya disangrai hingga kering, tanpa dirajang atau diremas yang membuatnya tak kehilangan kandungannya.
Menurut Nurjito, teh dari perkebunannya itu diolah menjadi produk teh hijau dan teh hitam.
Perbedaan pengolahan hingga menjadi teh hitam membuat perbedaan kandungan manfaat yang ada di dalamnya.
"Harga teh hitam juga lebih mahal dari teh hijau," kata Nurjito.
Teh produksi Desa Wisata Purwosari Kulon Progo Yogyakarta ini dipasarkan ke berbagai daerah baik secara online maupun offline.
Nurjito mengatakan, beberapa warga asing juga telah menjadi pelanggan yang rutin memesan Teh Gumilir untuk dikirim ke negaranya. ***
Artikel Terkait
3 Minuman Pengganti Kopi di Kala Pagi, Mulai dari Teh Beragam Varian hingga Lemon
Minuman segar Teh Boba, perpaduan susu dan mutiara tapioka yang tinggi kadar gula?
Ini lho Desa Wukirsari yang berhasil meraih Juara 1 Desa Wisata Maju ADWI 2023, sejarahnya begini
Lebih 200.000 wisatawan kunjungi Destinasi Wisata di Kepulauan Seribu, Pulau Pari terfavorit
Ketapanrame Jatim Bertransformasi: Kolaborasi Sandiaga Uno dan ADGI untuk Menguatkan Branding Desa Wisata
Daftar event wisata dan budaya di Jawa Tengah bulan September 2023, dari musik kontemporer, hingga olahraga
4 Petualangan Bali Tak Terlupakan di Wisata Ubud: Swinging, Arung Jeram, Trekking, dan Bersepeda. Ini Biayanya
7 Tempat Wisata Menakjubkan di Ubud yang Harus Dikunjungi. Cek Waktu Buka dan Tiket Masuk
Petualangan Seru di Wisata Ubud Bali: Menjelajah Keindahan Alam dengan ATV dan Kisaran Biaya yang Terjangkau
Berayun di Ayunan Langit puncak bukit Desa Wisata Purwosari Yogyakarta, seru tegang, bikin teriak lepas