Ada nasi gudangan lauk peyek ikan teri, dan makanan khas Kulon Progo seperti geblek, dan lainnya.
Dari Pasar Mbotok, wisatawan bisa beranjak menuju Bukit Sebutrong yang tidak terlampau tinggi. Namun, di bukit ini pengunjung bisa melihat pemandangan alam dari gardu pandang.
Di Bukit Sebutrong itu ada sebongkah batu besar yang berbentuk mirip gajah, dengan batuan kristal dan batu kapur yang bersejarah.
Selepas dari Bukit Sebutrong, pengunjung bisa lanjut menuju perkebunan teh hijau yang menyegarkan.
Selain bisa berfoto di luasnya kebun teh, wisatawan bisa langsung meracik sendiri ramuan teh hijau yang masih asli untuk dinikmati.
Baca Juga: Pariwisata ramah lingkungan beri peluang investasi baru ekonomi hijau
Bagi penyuka kopi, wisatawan bisa langsung lanjut ke sentra perkebunan kopi dan melihat proses pengolahan kopi dari biji, hingga menjadi butiran kopi hitam robusta.
Desa Wisata Purwosari Yogyakarta ini juga punya potensi kerajinan anyaman serat alam dari tumbuhan eceng gondok, daun pandan wangi, hingga serat batang pohon pisang.
Berbagai produk seperti keranjang dan tas besar kecil, vas bunga unik dan beragam bentuk kerajinan fungsional lainnya bisa menjadi buah tangan yang menarik.
Masih banyak lagi destinasi-destinasi unik dan menarik di Desa Wisata Purwosari Yogyakarta ini, yang menjadi terkenal karena wahana Ayunan Langit yang menantang. ***
Artikel Terkait
Sudah tahu belum? Patung Selamat Datang Jakarta dibuat di Sleman Yogyakarta, lho
Wisata Geoheritage Lava Bantal Berbah Sleman Yogyakarta, batuan vulkanik purba yang unik dan estetik
Wisata sejarah di Museum TNI AD Yogyakarta, mengenang perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan RI
Jembatan Akar yang lagi hit di Yogyakarta, ternyata bukan destinasi wisata buatan, lho
Wisata budaya ke desa perajin wayang kulit di Klaten Jawa Tengah, tak sekadar rekreasi biasa
Wisata di kawasan Jonker Street Melaka Malaysia, terasa bagai nostalgia di Kota Malioboro Yogyakarta era 1990
Ini lho Desa Wukirsari yang berhasil meraih Juara 1 Desa Wisata Maju ADWI 2023, sejarahnya begini
Tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta sejak Januari-Juli 2023 terus meningkat