opini

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Oleh Denny JA*

WartaPesona.com - Ketika peluit panjang berbunyi menandai kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina, yang bersorak kegirangan bukan hanya para pemain dan puluhan ribu pendukung di stadion.

Di sebuah desa kecil di Andalusia, seorang remaja berusia empat belas tahun bernama Mateo juga melonjak kegirangan.

Sejak kecil, ia tak pernah melewatkan pertandingan tim nasional Spanyol bersama ayahnya. Di ruang tamu yang sederhana itu, mereka belajar tertawa ketika menang, menerima kekalahan ketika kalah, dan tetap berharap pada pertandingan berikutnya.

Baca Juga: Rezeki Yang Menular

Namun Piala Dunia 2026 datang ketika kursi di samping Mateo telah kosong. Ayahnya meninggal karena serangan jantung enam bulan sebelumnya.

Malam final itu, sebelum lagu kebangsaan Spanyol berkumandang, Mateo meletakkan syal merah kuning di kursi yang tak lagi berpenghuni. Ketika musik mulai mengalun, ia berbisik pelan,

“Ayah, malam ini kita menonton lagi bersama.”

Seratus dua puluh menit kemudian, setelah perpanjangan waktu yang menegangkan, Spanyol akhirnya menang 1-0.

Baca Juga: Rodri Pemain Terbaik Piala Dunia 2026, Sabet Bola Emas

Seluruh desa meledak dalam sorak kemenangan. Orang-orang berpelukan di jalan, bendera berkibar dari jendela rumah, dan lonceng gereja berdentang lebih lama dari biasanya.

Namun Mateo tidak ikut berlari keluar. Ia tetap duduk memandangi layar televisi yang perlahan menjadi gelap. Di pipinya mengalir air mata yang tidak seluruhnya berasal dari kemenangan.

Pada malam itu, Mateo memahami bahwa sepak bola bukan lagi sekadar permainan sebelas orang yang memperebutkan sebuah bola. Ia telah menjadi tempat manusia menyimpan kenangan, mengenang mereka yang telah pergi, menambatkan harapan, dan menghidupkan kembali kasih sayang yang tak pernah benar-benar berakhir.

Air mata Mateo bukan hanya milik seorang anak yang kehilangan ayah. Ia hanyalah satu titik kecil dalam kisah manusia yang jauh lebih luas.

Halaman:

Tags

Terkini

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB