Perselingkuhan juga sering berkaitan dengan masalah lain. Ada pasangan yang berselingkuh karena hubungan rumah tangganya sudah dingin. Ada pula rumah tangga yang hancur karena salah satu pasangan lebih dahulu berselingkuh.
Dalam kedua keadaan tersebut, korban terbesar sering kali bukan hanya suami atau istri, melainkan anak-anak.
Perceraian memang tidak selalu dapat dicegah dan dalam keadaan tertentu justru menjadi jalan menyelamatkan seseorang dari kekerasan.
Namun, ketika jumlahnya mencapai ratusan ribu dalam satu tahun, negara tidak boleh menganggapnya semata-mata sebagai urusan pribadi. Ini adalah alarm nasional.***
*Toto Izul Fatah ialah Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Dennya JA dan Ketua Umum IKA PP Ibadurrahman YLPI Tegalega Sukabumi, Jawa Barat
Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi