Sejarah menunjukkan bahwa negara jarang terguncang oleh satu angka. Negara biasanya mulai limbung ketika angka-angka buruk bertemu dengan kepercayaan yang mulai keropos.
Dan jika rupiah adalah mata uang ekonomi, kepercayaan adalah mata uang politik. Bedanya, rupiah yang jatuh masih bisa dibeli kembali oleh bank sentral. Rupiah yang jatuh masih bisa diintervensi. Kepercayaan yang jatuh sering kali hanya bisa dikenang.***
*Ahmadie Thaha ialah penulis dan kolumnis
Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi