Belum habis publik mencerna kabar penggeledahan, kejutan berikutnya datang. Sekitar pukul 04.00 WIB. Ya, empat pagi. Jam ketika ayam mulai pemanasan vokal untuk berkokok. Jam ketika tukang bubur baru mulai mencuci panci. Jam ketika sebagian besar manusia masih menempel erat dengan bantal.
Baca Juga: Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejaksaan Agung
Pada jam itulah eks pimpinan BGN Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sonny Sonjaya dijemput penyidik. Usai dijemput, mereka lalu digelandang ke gedung Kejaksaan Agung.
Kecepatannya membuat banyak orang gagal memahami konsep waktu. Baru dua jam sebelumnya kantor digeledah. Tahu-tahu mantan pimpinan sudah dibawa untuk pemeriksaan intensif.
Biasanya orang Indonesia terbiasa mendengar istilah "sedang diproses". Kalimat yang kadang umurnya lebih panjang daripada pembangunan jalan. Namun kali ini prosesnya melaju seperti kereta yang kehilangan rem.
Jam 02.00 WIB penggeledahan. Jam 04.00 WIB penjemputan.
Kalau kronologi ini dijadikan menu restoran, namanya mungkin "paket kilat super jumbo".
Menurut sumber Kejaksaann Agung yang dikutip Republika, mereka kemudian menjalani pemeriksaan intensif sejak pagi hari.
Jeffry menyatakan informasi resmi mengenai penjemputan tersebut akan diumumkan kepada publik pada sore hari.
Yang menarik bukan hanya tindakan hukumnya, tetapi efek psikologisnya. Dalam hitungan jam, kantor BGN berubah dari gedung pemerintahan biasa menjadi bangunan paling terkenal di Indonesia.
Gedung itu mendadak lebih populer daripada konser musik, pertandingan sepak bola, bahkan gosip perceraian artis.
"Kenapa jam dua pagi?" "Kenapa cuma selang dua jam?" "Siapa yang masih melek saat itu?" Pertanyaan bertebaran ke mana-mana seperti konfeti tahun baru.
Operasi dini hari itu sukses membuat seluruh Indonesia mendadak melek.
Karena biasanya berita subuh hanya berisi ceramah Mamah Dedeh, kali ini subuh datang membawa penggeledahan, penjemputan, dan sebuah drama nasional yang membuat kopi pagi terasa jauh lebih pahit dari biasanya.***
*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat