Baca Juga: Industri halal jadi jawaban tantangan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, potensinya segini
Kedua, jawaban itu antitesa dari rumor yang berkembang di luaran.
“Ah.. itu mah jaring-jaring keluarga Cendana pelakunya”.
Itulah kata yang sering saya dengar, jika mencuat isu mafia impor, mafia tambang, mafia pangan, dan beragam kejahatan korporasi.
Ketegasan jawaban itu membuyarkan segala rumor itu.
Baca Juga: 5 parameter uji emisi kendaraan bermotor, semua terkait sistem pembakaran
Kesimpulan saya, tidak mungkin seberani itu solusinya jika keluarga Cendana terlibat.
Pada saat obrolan itulah terbersit 'Cundrik Mataram' itu pada sosok Mbak Titiek.
Cundrik adalah senjata rahasia. Bentuknya kecil. Akan tetapi mematikan jika berada di tangan yang tepat.
Mbak Titiek adalah sosok seperti itu. Energinya tidak terekspose. Mapan secara ekonomi. Jaring-jaring perkolegaannya luas. Nasional maupun internasional.
Baca Juga: Perhatikan, 5 aksesori interior mobil ini bisa berisiko sebabkan bahaya
Ia trah Majapahit dari jalur Mataram. Memiliki komitmen tinggi melindungi rakyat kecil. Bukan glorifikasi untuk mengejar eksistensi diri.
Sepertinya jiwa nasionalis Presiden Soeharto mengalir dalam dirinya.
Figur seperti itulah yang sebenarnya dibutuhkan rakyat.
Mbak Titiek adalah 'cundrik' atau senjata bagi rakyat dan bangsa ini dari rongrongan penjahat bangsa.