Baca Juga: UMP 2024 DKI Jakarta naik jadi Rp5 juta, pertimbangannya ini
Biaya Saprotan (sarana produksi pertanian) juga mahal. Usaha tani diambang rugi.
Ia dengar keluh kesah masyarakat itu satu per satu.
Suatu ketika saya komunikasi dengan staf-staf yang berada di sekeliling Mbak Titiek.
Selain staf lokal Yogya, yang saya ketahui ada dua staf laki-laki dan satu perempuan.
Baca Juga: Sudah tahu belum? Bahasa Indonesia jadi bahasa resmi UNESCO, alasannya begini
Staf perempuan ini melekat ke mana Mbak Titiek kunjungan.
Saya bertanya kepada mereka, “Boleh tidak saya ikut Ibu Titiek ziarah ke Astana Giri Bangun?” Singkat cerita saya diizinkan.
Saya berangkat dari Solo. Kebetulan ada seorang wartawan yang hendak wawancara.
Baca Juga: Zodiak Aquarius hari Rabu 22 Oktober 2023, akan ada informasi penting tentang cinta
Saya berangkat ke AGB bersama wartawan itu. Bertemu rombongan Mbak Titiek di AGB.
Seperti biasa, kedatangannya disambut dan ditemani pengurus makam.
Kompleks makam di puncak gunung itu tidak gelap. Lampu-lampu menerangi setiap sudut kompleks makam.
Setelah singgah sebentar di rumah peristirahatan keluarga, di samping Masjid AGB, Mbak Titiek ziarah ke makam Pak Harto dan Ibu Tien. Tahlil, baca Yassin dan kemudian tabur bunga. Saya ikut dari belakang.
Baca Juga: SCBD Park, Telah Hadir Tempat Nongkrong Baru, Bernuansa Korea di Jakarta Selatan