Mitos atau Fakta: Minum Kopi Bikin Mata Melek?

photo author
Tim Warta Pesona 03, Warta Pesona
- Senin, 29 Mei 2023 | 06:00 WIB
Memulai hari dengan meminum kopi untuk meningkatkan semangat. | WartaPesona.com (Foto: Canva.com)
Memulai hari dengan meminum kopi untuk meningkatkan semangat. | WartaPesona.com (Foto: Canva.com)



Tim WartaPesona - 
Kopi adalah salah satu minuman yang populer di seluruh dunia.

Selain memberikan sensasi kenikmatan, kopi juga dikenal karena efeknya yang merangsang dan memberikan energi.

Salah satu mitos yang sering terdengar adalah bahwa minum kopi bisa membuat mata melek atau lebih terjaga.

Namun, sejauh mana kebenaran dari mitos ini? Apakah minum kopi benar-benar bisa mempengaruhi kewaspadaan dan kejelasan penglihatan kita?

Secara sederhana, kita perlu memahami bahwa minum kopi mengandung kafein, senyawa stimulan yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat.

Baca Juga: Mengungkap Misteri Makan Jengkol: Apakah Benar Mencegah Kanker atau Hanya Mitos?

Kafein bekerja dengan mengikat reseptor adenosin dalam otak, yang pada gilirannya dapat merangsang sistem saraf, meningkatkan denyut jantung, dan meningkatkan tingkat kewaspadaan.

Efek ini membuat banyak orang merasa lebih terjaga dan fokus setelah minum kopi.

Namun, penting untuk diingat bahwa efek stimulan kafein bervariasi dari individu ke individu.

Setiap orang memiliki tingkat toleransi kafein yang berbeda-beda, tergantung pada faktor-faktor seperti metabolisme tubuh, jumlah kafein yang dikonsumsi, dan kebiasaan minum kopi secara umum.

Beberapa orang mungkin merasa sangat merangsang setelah minum secangkir kopi, sementara yang lain mungkin tidak merasakan efek yang sama.

Terkait dengan pengaruh kafein terhadap penglihatan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein dapat meningkatkan fungsi kognitif, termasuk kewaspadaan visual.

Namun, efek ini biasanya bersifat sementara dan dapat berbeda-beda antar individu.

Beberapa orang mungkin merasa bahwa penglihatan mereka menjadi lebih tajam dan fokus setelah minum kopi, sedangkan yang lain tidak mengalami perubahan signifikan dalam penglihatan mereka.

Selain itu, efek stimulan dari kafein dapat bersifat singkat dan bertahan hanya beberapa jam setelah minum kopi.

Baca Juga: Mitos atau Fakta: Minum Es Menyebabkan Flu?

Setelah itu, tubuh cenderung menyesuaikan diri terhadap kafein, dan efek stimulan menjadi lebih lemah.

Jika seseorang secara teratur mengkonsumsi kopi atau memiliki toleransi tinggi terhadap kafein, efek stimulannya mungkin tidak begitu terasa atau berdampak signifikan terhadap penglihatan.

Namun, penting untuk diingat bahwa minum kopi berlebihan atau mengonsumsi kafein secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.

Beberapa orang mungkin mengalami gejala seperti kegelisahan, kelelahan setelah efek stimulan hilang, sulit tidur, atau masalah pencernaan.

Selain itu, minum kopi dalam jumlah yang berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan dehidrasi, atau mempengaruhi keseimbangan elektrolit dalam tubuh. *** (FA)

Penulis: Fisqiyyah Awawin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB
X