WartaPesona.com - May Day, juga dikenal sebagai Hari Buruh atau Hari Buruh Internasional, diperingati di banyak negara pada tanggal 1 Mei.
Tujuannya adalah untuk memperingati pertempuran bersejarah dan pencapaian yang diperoleh oleh para pekerja dan gerakan buruh.
Untuk memperingati Kerusuhan Haymarket di Chicago (1886), sebuah federasi organisasi sosialis dan serikat pekerja di seluruh dunia menetapkan 1 Mei sebagai hari dukungan bagi pekerja pada tahun 1889.
Presiden AS Grover Cleveland menandatangani undang-undang lima tahun kemudian untuk menetapkan Hari Buruh, yang telah diamati di berbagai negara bagian pada hari Senin pertama bulan September, hari libur resmi AS yang merayakan para pekerja.
Di Eropa, 1 Mei secara historis diasosiasikan dengan festival pagan pedesaan (lihat May Day), tetapi arti asli dari hari tersebut secara bertahap digantikan oleh asosiasi modern dengan gerakan buruh.
Di Uni Soviet, para pemimpin memeluk hari libur baru, percaya itu akan mendorong pekerja di Eropa dan Amerika Serikat untuk bersatu melawan kapitalisme.
Hari itu menjadi perayaan yang menonjol di Uni Soviet dan negara-negara blok Timur, dengan parade terkenal yang memuji para pekerja dan menunjukkan superioritas militer Soviet, termasuk satu di Lapangan Merah Moskow yang dipimpin oleh para pemimpin kunci pemerintah dan Partai Komunis.
Setelah kebangkitan Partai Nazi pada tahun 1933, Hari Buruh menjadi hari libur resmi di Jerman.
Ironisnya, sehari setelah menciptakan hari libur, Jerman melarang serikat pekerja bebas, yang hampir membunuh gerakan buruh Jerman.
Dengan disintegrasi Uni Soviet dan runtuhnya pemerintahan komunis di seluruh Eropa Timur pada akhir abad ke-20, perayaan May Day berskala besar di wilayah tersebut kehilangan maknanya.
Namun, di lusinan negara di seluruh dunia, May Day telah diakui sebagai hari libur umum, dan terus dirayakan dengan piknik dan pesta sambil dijadikan sebagai kesempatan untuk demonstrasi dan aksi unjuk rasa untuk mendukung pekerja.
Hubungan antara May Day dan hak-hak pekerja dimulai di Amerika Serikat.
Ribuan pria, wanita, dan anak-anak tewas setiap tahun karena kondisi kerja yang buruk dan jam kerja yang panjang sepanjang abad ke-19, pada puncak Revolusi Industri.
Federation of Organized Trades and Labour Unions (kemudian menjadi American Federation of Labour, atau AFL) menyelenggarakan konferensi di Chicago pada tahun 1884 untuk mencoba menghentikan kondisi kejam ini.
Artikel Terkait
Ketum Gernas UMKM Bangkit Teguh Anantawikrama Mengingatkan Kabut Tebal Ekonomi Dunia Harus Mampu Dilewati UMKM
Lowongan Kerja BCA untuk Fresh Graduate untuk Program Trainee Junior Business Analyst Maksimal 24 Tahun IPK 3
Kemnaker : PKWT ada Jangka Waktunya dan Tidak Dapat Dikontrak Seumur Hidup
Apa Perbedaan Barista dan Bartender? Simak Perbedaan Pekerjaan Ini
Mengenal Sri Mulyani : Profil dan Kontribusinya dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia
Mau Meningkatkan Kompetensi Di Bidang Pariwisata? Gabung Kartu Prakerja Gelombang 49 Ini Syarat dan Tahapannya
Dr. N. Rusmiati Ketua Umum DPP ASITA : Peluang Besar Indonesia Menjadi Destinasi Pariwisata Medis yang Baru
Museum Kapal Selam Surabaya: Menyelami Sejarah Maritim Indonesia
Prakerja Gelombang 50 Sudah Dibuka: Ayo Generasi Muda yang Mau Tambah Keterampilan. Ini Syarat dan Tahapannya
Mau Jadi Mahasiswa Aktif, Yuk Simak 8 Tips Jitu Jadi Mahasiswa Aktif. No 8 Kamu Harus Lakukan
Tips & Trick Public Speaking: Membangun Percaya Diri dan Anti Gugup Di Depan Umum!
Kembangkan Karier Anda Bersama PT Sarinah! Dibutuhkan General Manager Accounting and Tax
Dipanggil Wawancara Kerja BUMN? Simak Tips & Tricknya!
Panduan Memilih Karir yang Sesuai dengan Minat dan Bakat Anda
10 Hal yang Harus Anda Lakukan Sebelum Usia 30 Tahun!
Mahasiswa dan Aktivisme Sosial: Menjadi Agitator Perubahan di Masyarakat
Tips Produktif Bekerja Setelah Liburan Panjang, Yuk Simak!
Cara Mengembangkan Kemampuan Berbicara di Depan Umum
10 Tips Sukses dalam Berkarir