Kenapa Malam Jumat Dihubungkan Dengan Acara Bercocok Tanam di Kelambu?

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 15 Mei 2026 | 06:08 WIB
Ilustrasi. (kiriman Rosadi Jamani)
Ilustrasi. (kiriman Rosadi Jamani)

Oleh Rosadi Jamani*

WartaPesona.com - Malam Jumat tiba. Saya ingin membuka tabir, kenapa malam ini diidentikan dengan acara bercocok tanam di dalam kelambu? Dari mana asal-muasalnya?

Tidak ada negara seunik Indonesia. Negara lain kalau malam Jumat mungkin santai minum wine atau nonton bola. Indonesia beda. Begitu azan magrib Kamis berkumandang, atmosfer langsung berubah seperti intro film horor dicampur sinema elektronik (sinetron) azab dan sedikit aroma minyak kayu putih.

Para suami mendadak mandi lebih bersih dari biasanya. Sabun disikat sampai ubin kamar mandi iri. Rambut yang biasanya berdiri seperti ijuk sapu mendadak klimis. Parfum disemprot sampai nyamuk mabuk. Bahkan, ada bapak-bapak yang tiba-tiba push-up tiga kali lalu bercermin sambil berkata, “Masih ganas kau ternyata.”

Padahal lutut bunyi “krek” waktu jongkok.

Sedangkan para istri juga mulai bergerak dalam senyap. Daster favorit keluar. Bedak dioles tipis-tipis. Senyum dilempar pelan. Mata melirik seperti pejabat melihat anggaran baru. Anak-anak mulai disuruh tidur lebih cepat dengan alasan yang kadang ngawur.

“Besok sekolah.”

Padahal besok Sabtu.

Di sinilah misteri malam Jumat dimulai. Tidak ada surat keputusan negara. Tidak ada peraturan kementerian. Tetapi, seluruh rakyat seperti punya kesepakatan gaib, malam Jumat adalah malam “perawatan hubungan bilateral.”

Konon budaya ini tidak muncul begitu saja. Dalam Islam memang ada hadis yang sering dikaitkan dengan hubungan suami istri pada hari Jumat. Salah satu riwayat menyebutkan, siapa yang mandi di hari Jumat lalu membuat istrinya mandi juga, kemudian berangkat lebih awal ke masjid, pahalanya besar. Dari sinilah sebagian ulama menafsirkan ada anjuran menjaga hubungan harmonis suami istri menjelang Jumat.

Nah, manusia Indonesia kalau dengar kata “anjuran” langsung kreatif setingkat tim sukses. Semua dikembangkan. Semua dipoles. Akhirnya malam Jumat naik kasta jadi semacam malam nasional bercocok tanam dalam kelambu.

Doa jalan. Yasinan jalan. Program romantis juga jalan. Lengkap seperti paket proyek tahun jamak.

Lucunya, budaya ini sudah mengakar kuat sampai jadi alarm biologis nasional. Bahkan bapak-bapak yang Senin sampai Kamis tidur jam delapan karena asam lambung, malam Jumat bisa mendadak segar seperti habis upgrade mesin.

Ada yang minum madu campur telur. Ada yang beli jamu kuat bergambar macan. Ada pula yang mondar-mandir pakai sarung sambil senyum tipis seperti mafia minyak goreng. Persiapannya kadang lebih serius dari rapat paripurna.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Inter Milan Juara Coppa Italia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB

Negara Bukan Pemilik Tanah Adat

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:05 WIB

Main Seperti Planga-plongo, Messi Borong Dua Gol

Selasa, 23 Juni 2026 | 08:15 WIB

Kapolri dan Makam BJ Habibie Yang Terlewat

Minggu, 21 Juni 2026 | 19:11 WIB

Tak Kunjung Selesai

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:09 WIB

Doaku Untuk Presidenku, Solusi Lewat Jalan Sunyi

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:06 WIB

Sunda Dalam Angka, Etika, dan Budaya

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:13 WIB
X