3. Antara dua bibir atau syafatain (الشَّفَتَيْنِ)
Makhorijul huruf ini dilafalkan melalui bibir atau makhrojnya ada di bibir. Huruf-huruf yang termasuk dalam kelompok ini terdiri dari fa (ف), wawu (و), ba' (ب), dan mim (م).
4. Rongga atau jauf (الجَوْفُ)
Makhorijul huruf ini dilafalkan melalui kerongkongan atau makhrojnya ada di kerongkongan. Biasanya, kelompok ini hanya digunakan untuk huruf-huruf mad, yang terdiri dari huruf alif (ا), wawu (و), dan ya' (ي).
5. Hidung atau khoisyum (الخَيْشُوْمُ)
Makhorijul huruf ini dilafalkan melalui hidung atau makhrojnya ada di hidung. Biasanya, kelompok ini hanya digunakan untuk bacaan ghunnah.
Huruf-huruf yang termasuk dalam kelompok ini meliputi nun bertasydid, mim bertasydid (مّ), nun sukun (نْ) yang dibaca dengan idgham bighunnah, iqlab, dan ikhfa haqiqi, serta mim sukun yang bertemu dengan mim atau ba'.
Baca Juga: Surah Al Ikhlas: Konsep Keesaan Allah yang Murni dan Sempurna dalam Islam
Dengan memahami makhorijul huruf, umat Muslim dapat melafalkan Al-Quran dengan benar sesuai dengan tajwid.
Mengetahui tempat keluarnya huruf memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pengucapan yang tepat dan membantu menghindari kesalahan dalam penafsiran makna.
Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk mempelajari dan mengamalkan konsep makhorijul huruf guna meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran mereka.
Pengajian tersebut diatas diikuti juga oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Baiturrahim Angkasa, H. Sagito dan Plt. Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahim, Iim Rusyamsi. ***(SA)
Artikel Terkait
Masjid Baiturrahim RW 07 Kelurahan Gunung Sahari Utara Rutin Membagikan Nasi Berkah Kepada Jamaah Shalat Jumat
Okto Iskandar : Berbagai Kegiatan Ramadhan 2023 Digelar Masjid Baiturrahim Kelurahan Gunung Sahari Utara