WartaPesona.com-Slow living adalah gaya hidup yang menekankan pada pendekatan yang lebih lambat dan lebih hati-hati untuk semua aspek kehidupan sehari-hari.
Ini tentang mengidentifikasi apa yang paling kamu hargai dalam hidupmu dan menyusun waktumu sesuai dengan itu.
“Prinsip utama dari Slow Living adalah meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu dengan benar, dan dengan demikian kamu dapat lebih menikmatinya,” kata Carl Honoré dalam bukunya tahun 2004, In Praise of Slowness. Alih-alih menjalani hari-hari kita secepat mungkin untuk menjadi lebih "produktif", melambat membantu kita menikmati hidup daripada melaju dengan autopilot.
Baca Juga: PSSI Umumkan Daftar Harga Tiket Pertandingan Indonesia vs Argentina pada FIFA Matchday
Prinsip utama slow living adalah merebut kembali waktu kita — memotong aktivitas yang tidak sesuai dengan minatmu, seperti mungkin doom scrolling, Netflix binging, atau belajar untuk mengatakan tidak pada komitmen tertentu.
Ini benar-benar dapat membuat kita merasa memiliki lebih banyak waktu— lebih banyak waktu dalam sehari untuk melakukan apa yang penting bagi kita, seperti hobi, teman dan keluarga, atau kesenangan.
Slow Living memungkinkan kita mengundang lebih banyak intensionalitas ke dalam hidup kita. Intensionalitas membantu kita menemukan lebih banyak makna dan kesenangan dalam aktivitas sehari-hari, mengingatkan kita mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan, daripada mengoperasikan cruise control dan tidak menikmati hal-hal kecil.
Baca Juga: Jemparingan, olahraga panahan tradisional Yogya ini masuk warisan budaya takbenda, sejarahnya begini
Slow Living juga berarti hidup lebih selaras dengan alam. Membuat keputusan untuk memberi manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraanmu juga akan bermanfaat bagi kesehatan planet ini, melalui langkah-langkah seperti makan makanan lokal, menolak tren mode, serta berjalan kaki dan bersepeda jika memungkinkan.
Dalam hal ini, Slow Living memperkuat dan memperdalam hubungan kita. Dengan berkurangnya stres dan lebih banyak waktu, kita dapat membuat lebih banyak komitmen dengan mereka yang paling berarti bagi kita (dan mungkin lebih sedikit dengan mereka yang tidak).
Penting untuk dicatat siapa yang memiliki akses ke kehidupan yang lebih lambat dan siapa yang tidak — mereka yang memiliki lebih banyak kekayaan mampu untuk memperlambat pekerjaan atau bahkan keluar sepenuhnya, atau dapat menemukan waktu untuk bermeditasi atau memasak dari nol atau memprioritaskan hobi.
Baca Juga: Menantikan Pertandingan Sengit: Manchester City vs Manchester United dalam Final Piala FA
Seperti kebanyakan tren di dunia kita yang sangat terhubung, hidup lambat telah menjadi gaya hidup yang seringkali tidak dapat diakses, diestetikkan di media sosial dan bersebelahan dengan frasa "perawatan diri" yang sekarang hampir tidak berarti.
Gimana Implementasi Slow Living Dalam Kehidupan Kita?
Berkomitmen pada slow living berarti berkomitmen pada ketidaksempurnaan. Hidup dengan intensionalitas berarti memberi dirimu izin untuk terus berubah dan berkembang, bergantung pada apa yang terbaik untukmu. Berikut adalah beberapa tips pemula tentang cara menerapkan slow living:
Artikel Terkait
Ketika Time-Out Tidak Efektif: Membahas Alternatif dalam Mendidik Anak-anak
Membangun Hubungan yang Kuat: Tips dan Trik untuk Menjaga Kedekatan dengan Pasangan Anda
Penyakit Sifilis: Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya
Mengubah Gaya Hidup Menuju Lingkungan yang Lebih Ramah: Tips Praktis untuk Masyarakat
Simak: Bahaya Tidur di Pagi Hari untuk Kesehatan Anda
Berjemur di Bawah Sinar Matahari Ternyata Tak Selalu Bisa Dapat Vitamin D, Begini Penjelasannya
Menjaga Kesehatan Mental saat Menghadapi Masalah: Langkah-Langkah yang Dapat Dilakukan
Simak 8 Manfaat Minum Air Hangat yang Perlu Anda Ketahui, Poin ke 7 Sangat Perlu Sekali!
Cinta yang Abadi: Strategi Efektif dalam Mempertahankan Hubungan yang Harmonis dengan Pasangan Anda
Peran Penting Gaya Pakaian dalam Meningkatkan Percaya Diri