Maka janganlah mengambil sudut pandang orang yang tidak puas beribadah karena menyerupai orang-orang yang tidak berdaya yang tidak mampu menghargai kepuasan beribadah kepada Allah SWT, serta pentingnya waktu dan manisnya ibadah.” (Syekh Ismail Haqqi, Tafsir Ruhil Bayan, juz 10, h. 372).
Penting untuk meninjau kembali pembenaran terakhir yang diutarakan oleh Syekh Ismail. Syekh Ismail secara tegas menegaskan dalam penjelasan di atas bahwa shalat sunnah lailatul qadar memiliki kedudukan yang sama dengan shalat lainnya seperti shalat raghhaib dan malam tengah bulan Sya'ban.
Baca Juga: Mengatasi Stres pada Remaja: Pentingnya Dukungan Sosial untuk Kesehatan Mental
Sedangkan hadits yang dikemukakan sebagai pendukung adalah hadits batil yang tidak pernah diucapkan Nabi Muhammad SAW, namun para ahli fikih berpendapat bahwa shalat merupakan kegiatan bid'ah yang harus ditinggalkan.
Sebagaimana dinyatakan dalam kaidah fikih, “prinsip dalam setiap ibadah, jika tidak dianjurkan, maka ibadah tersebut batal”.
Menurut aturan ini, para ahli hukum setuju bahwa setiap ibadah yang pembenarannya tidak dapat ditetapkan sebagai asli adalah batal dan tidak valid.
Baca Juga: Membangun Kepercayaan Diri pada Remaja: Strategi untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Mental
Untuk menghindari ibadah yang salah, Syekh Abdul Hamid al-Qudsi memberikan nasehat bagaimana lebih waspada saat shalat.
Dan pendekatan ini tidak menghilangkan pentingnya berdoa dengan tujuan tersebut di atas.
“Jika ada yang ingin sholat pada jam-jam ini, tujuannya adalah untuk melakukan satu rakaat yang tidak terbatas dari sholat sunnah mutlak, bukan berjamaah.
Dengan kata lain, tidak ada batasan waktu, sebab, atau siklus pada shalat yang mengikuti sunnah.” (Syekh Abdul Hamid al-Qudsi, Kanzun Najah was Surur, h. 90).
Untuk menghindari pandangan para ulama fikih yang menyatakan bahwa shalat-shalat tersebut merupakan salah satu bentuk bid'ah madzmumah, penjelasan ini mengambil jalan tengah.
Baca Juga: Kontroversi UU Cipta Kerja: UU Cipta Kerja Dianggap Merugikan Tenaga Kerja no 5 Bikin Geram!
Jangan juga menutup mata dan mengabaikan sudut pandang kolektif para akademisi yang mendukungnya. Tanpa mengecualikan salah satu dari kedua ulama tersebut, sudut pandang keduanya sama-sama diikuti.*** (NAZ)
Artikel Terkait
Cara Meningkatkan Produktivitas dalam Kehidupan Sehari-hari, Nomor 1 Wajib Banget Kamu Terapin
Investasi Seumur Hidup: Yang Harus Dihindari untuk Menjaga Kesehatan Mata. Tips untuk Merawat Kesehatan Mata
Sering Galau dan Stress? Mungkin Kamu Sedang Dalam Fase Quarter Life-Crisis! Yuk SImak Tips & Tricknya!
Yuk Kenali Apa Itu Jumat Agung: Hari Penting Bagi Umat Kristiani!
Hikmah Ramadhan: 7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah swt pada Hari Kiamat
Tips Ramadhan : 5 Tips Senyum dari Rasulullah SAW
Kalau Mau Bahagia, Kamu Wajib Baca Ini Manfaat Positif Thinking untuk Kesehatan Mental dan Kualitas Hidup Anda
Membangun Kepercayaan Diri pada Remaja: Strategi untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Mental
Mengatasi Stres pada Remaja: Pentingnya Dukungan Sosial untuk Kesehatan Mental
SNBT 2023: Dari Persiapan Hingga Tips Belajar Agar Tidak Cepat Jenuh!