Dukungan dan pemahaman dari keluarga, teman, dan masyarakat secara umum sangat penting untuk membantu mereka yang hidup dengan Tourette syndrome.
Penyebab Tourette sindrom
Penyebab Tourette syndrome masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi diperkirakan bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan dalam perkembangan kondisi ini. Beberapa studi menunjukkan bahwa gangguan ini dapat diwarisi dari anggota keluarga, meskipun tidak selalu terjadi pada semua anggota keluarga.
Ketika seseorang dengan Tourette syndrome mengalami gejala, terjadi gangguan pada sistem saraf yang mengatur gerakan otot dan kontrol impuls. Ada peningkatan aktivitas di daerah otak yang terlibat dalam pengaturan gerakan dan impuls, seperti ganglia basal, korteks prafrontal, dan korteks motorik.
Ketidakseimbangan atau gangguan pada neurotransmitter seperti dopamin, serotonin, dan norepinefrin juga dapat berperan dalam perkembangan Tourette sindrom.
Selain faktor genetik, faktor lingkungan seperti paparan terhadap bahan kimia atau infeksi tertentu juga dapat memengaruhi perkembangan Tourette syndrome.
Namun, penyebab pasti Tourette syndrome masih menjadi subjek penelitian aktif dan masih banyak yang harus dipelajari tentang kondisi ini.
Gejala Tourette Sindrom
Gejala Tourette syndrome adalah gerakan dan suara yang tidak disengaja (tik) yang terjadi secara tiba-tiba dan sulit dikontrol.
Tik dapat muncul pada berbagai bagian tubuh, seperti kepala, wajah, leher, lengan, atau kaki, dan dapat bervariasi dalam jenis dan intensitasnya. Beberapa contoh tik yang umum meliputi:
- Gerakan kepala, seperti mengangguk atau menggeleng
- Kedipan mata atau kerutan dahi
- Mengangkat bahu atau membanting-bantingkan tangan
- Mengerutkan hidung atau mengeluarkan suara napas pendek
- Mengeluarkan kata-kata atau frasa tertentu tanpa sadar
- Gejala-gejala Tourette syndrome biasanya muncul pada masa kanak-kanak, puncaknya terjadi pada usia remaja, dan dapat berkurang secara bertahap pada usia dewasa.
Baca Juga: Dosen UII Hilang di Luar Negeri, Ini Tips Aman dan Nyaman Berpergian ke Luar Negeri
Artikel Terkait
Pahami Lebih Lanjut Mengenai Demensia Frontotemporal dan Gejalanya, Penyakit yang Diidap Aktor Bruce Wilils
Kreativitas Membangun Rumah Tinggal Dari Pesawat Terbang Bekas Yang Terkesan Gila : Kisah Jo Ann dan Campbell
Dosen UII Hilang di Luar Negeri, Ini Tips Aman dan Nyaman Berpergian ke Luar Negeri
Kapolda Jambi Selamat Usai 24 Jam Bertahan di Tengah Hutan. Ini Tips Bertahan Hidup di Tengah Hutan
Belajar dari Kapolda Jambi yang Selamat Bertahan 24 Jam Hidup di Hutan, Ini Cara Mencari Makanan di Alam Liar
Pelajaran dari Pejabat Pajak Dicopot Jabatannya Buntut Kasus Anaknya. Ini Tips Membangun Karakter Anak Pejabat
Belajar dari Kasus Anak Pejabat : Liburan Keluarganya Kurang? Ini Manfaat Liburan Keluarga dan Ide Sederhana
Penganiayaan Anak Pejabat Pajak : Mengungkap Dampak Serius Diffuse Axonal Injury (DAI) dan Perawatannya
Penting Dicatat! Cegah Gagal Berangkat, Ini 9 Tips Umrah dalam Memilih Perusahaan Travel Umrah Terpercaya
Kebakaran Depo Pertamina Plumpang : Belajar Mengenal Zat Berbahaya dalam Asap yang Membahayakan Kesehatan Anda