WartaPesona.com - Keyakinan akan produk pangan organik lebih baik bagi kesehatan, sekiranya tak sekadar latah mengikuti tren gaya hidup sehat dan berkelanjutan.
Produk atau bahan pangan organik dipercaya lebih baik untuk kesehatan karena ditunjang oleh berbagai studi dan penelitian.
Bahkan, banyak penelitian menunjukkan produk atau bahan pangan organik lebih aman bagi kesehatan dari makanan yang dihasilkan melalui proses produksi konvensional.
Baca Juga: Ribuan tiket gratis opening ceremony Peparnas 2024 Solo Jawa Tengah, ludes!
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DI Yogyakarta, dalam sebuah artikelnya di laman resmi menyebut jika hasil penelitian menunjukkan pangan organik lebih banyak mengandung komponen sehat seperti polifenol.
Polifenol merupakan senyawa alami pada tumbuhan, seperti buah, sayuran, dan rempah-rempah, yang bisa berfungsi sebagai antioksidan bagi kesehatan manusia.
Selain itu, pangan organik juga punya konsentrasi pestisida dan kadmium (Cd) yang lebih rendah atau nol daripada pangan non organik.
Baca Juga: Belum tahu cara pakai meterai elektronik, e-Meterai? Berikut ini cara beli dan memasangnya
Sebanyak 72 persen penelitian, bahkan menyebut tingkat polifenol pada pangan organik lebih tinggi dari bahan makanan lain non organik.
Meta-analisis Benbrook et al, juga menyatakan tanaman organik lebih banyak mengandung zat bermanfaat, seperti quercetin 87 persen, kaempferol 55 persen, vitamin C 63 persen, vitamin E 62 persen, dan fosfor 63 persen.
Penelitian lain menyebut tanaman sereal dan sayuran organik punya kualitas protein lebih tinggi daripada pangan non organik.
Baca Juga: Teras Malioboro, destinasi wisata belanja di Kota Jogja, komplit, apa saja ada!
Sementara itu dari aspek kandungan zat berbahaya seperti nitrat, tanaman atau pangan organik juga lebih rendah.
Kecuali itu, pangan organik juga mengandung residu pestisida yang jauh lebih rendah dari pangan non organik, atau yang diproduksi secara konvensional.
Artikel Terkait
Pupuk organik dari eceng gondok, cara membuatnya mudah, cocok untuk bertani di pekarangan rumah
Garam dapur bisa jadi pupuk organik dan pembasmi gulma, caranya begini
Hanjeli, tanaman pangan pendamping beras yang lebih kaya manfaat, punya khasiat herbal
Sabut kelapa jangan dibuang, bisa dibuat pupuk organik cair, cocok untuk tanaman buah
Ini kelebihan tanaman hanjeli sebagai bahan pangan, kaya gizi dan fungsional
Titiek Soeharto, Mafia Pangan dan Cundrik Mataram
5 Desa di 4 Kecamatan di Kabupaten Garut Jawa Barat masuk kategori rentan pangan, satu desa butuh intervensi segera
27 bahan tambahan pangan menurut Peraturan BPOM, Natrium dehidroasetat tidak termasuk
68 kabupaten kota di Indonesia Timur, 3TP, dan kepulauan, rentan rawan pangan!
Benarkah pangan organik lebih baik bagi kesehatan? Faktanya tetap mengandung bahan berbahaya!