Kegemukan jadi epidemi global, jumlah penderita terus meningkat, apa solusinya?

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Minggu, 14 Juli 2024 | 10:41 WIB
Kegemukan menjadi epidemi global dengan jumlah penderita yang meningkat pesat.  (freepik.com)
Kegemukan menjadi epidemi global dengan jumlah penderita yang meningkat pesat. (freepik.com)

WartaPesona.com - Gemuk atau kegemukan (overweight) kini sudah menjadi epidemi global dengan jumlah penderita yang terus meningkat pesat, termasuk di Indonesia.

Epidemi global kegemukan atau overweight dengan jumlah penderita yang terus meningkat ini tidak hanya terjadi di negara maju, namun juga di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Dan, karena itu kegemukan alias overweight ini dikatakan menjadi epidemi global karena kasusnya terjadi hampir di seluruh dunia. Bahkan, juga di negara-negara yang kurang makmur.

Kegemukan memang bukan soal makmur atau tidak, melainkan soal pola hidup yang kurang seimbang atau tidak sehat. Terlebih, saat ini dengan banyaknya pilihan makanan cepat saji.

Tak main-main, jumlah penderita epidemi global kegemukan di dunia jumlahnya meningkat 3 kali lipat dibandingkan tahun 1975.

Data WHO (World Health Organization) menyebut estimasi jumlah penderita kegemukan di dunia mencapai 1,9 miliar orang dewasa, sedangkan 650 juta menderita obesitas.

Sementara itu di Indonesia, data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penderita obesitas usia di atas 18 tahun sebesar 21,8 persen. Jumlah ini meningkat dari tahun 2013 yang hanya sebesar 15,4 persen.

Perihal kegemukan seringkali dianggap sepele, karena dampak buruk pada kesehatan tak langsung dirasakan oleh penderita. Dan, seringkali pula kegemukan ini dianggap sama dengan obesitas.

Secara medis, dua masalah kesehatan ini dibedakan dengan mengukur indeks massa tubuh atau IMT.

Dikutip dari laman sardjito.co.id, jika pengukuran IMT seseorang adalah 25-30 maka disebut kegemukan. Namun jika hasil pengukuran IMT lebih besar dari 30, maka disebut obesitas.

Acapkali, orang sering menganggap jika kegemukan dan obesitas lebih disebabkan oleh faktor genetis atau keturunan

Namun, faktanya pola dan gaya hidup tidak sehat sangat berpengaruh besar pada terjadinya kegemukan, bahkan obesitas.

Pola makan tidak sehat seperti terlalu sering mengkonsumsi makanan olahan tinggi karbohidrat dan lemak menjadi pemicu kegemukan.

Selain itu juga berubahnya gaya hidup modern yang serba canggih, yang membuat orang justru jarang bergerak. Belum lagi kesibukan yang membuat orang tak sempat berolahraga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X