Baca Juga: 5 Inovasi Teknologi Terbaru yang Mengubah Dunia di Tahun 2024
Ogoh-ogoh awalnya tidak memiliki hubungan langsung dengan upacara Hari Raya Nyepi, sejak tahun 80-an umat Hindu mengusung ogoh-ogoh, yang dijadikan satu dengan acara mengelilingi desa dengan membawa obor atau yang disebut acara ngerupuk.
Sebelum memulai pawai ogoh-ogoh para peserta upacara atau pawai, biasanya melakukan minum-minuman keras tradisional yang dikenal dengan nama arak.
Pada umumnya ogoh-ogoh diarak menuju suatu tempat yang diberi nama ‘sema’ (Tempat persemayaman umat Hindu sebelum dibakar dan pada saat pembakaran mayat) kemudian ogoh-ogoh yang sudah diarak mengelilingi desa tersebut dibakar.
Karena bukan sarana upacara, ogoh-ogoh itu diarak setelah upacara pokok selesai dengan diiringi irama gamelan khas Bali, yang diberi nama bleganjur patung dibuat dengan bahan dasar bambu, kertas, kain, dan benda-benda sederhana.
Hal ini menjadi kreatifitas dan spontanitas masyarakat yang murni, sebagai rasa semaraknya untuk memeriahkan upacara ngerupuk.
Baca Juga: Mobil Listrik Makin Populer: Apakah Ini Akhir Era Kendaraan Bensin?
Fungsi ogoh-ogoh merupakan representasi Bhuta Kala yang dibuat menjelang Hari Raya Nyepi, dan diarak beramai-ramai keliling desa pada senja hari Pengrupukan, sehari sebelum Hari Nyepi.
Menurut para cendekiawan dan praktisi Hindu Dharma, proses ini melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dahsyat.
Kekuatan tersebut, seperti kekuatan Bhuana Agung (alam raya) dan Bhuana Alit (diri manusia).
Saat ini, ogoh-ogoh masih dikeluarkan oleh masyarakat Bali sebelum merayakan Hari Raya Nyepi tiba.
Demikian informasi mengenai sejarah ogoh-ogoh tradisi yang selalu ada di Bali saat menjelang Hari Raya Nyepi.***(SDP)
Artikel Terkait
Mengisi Liburan Akhir Tahun di Bali: Eksplorasi Edukatif dan Kuliner Menggoda di Desa Penglipuran
Petualangan Akhir Tahun di Bali: Eksotisme Pulau Nusa Penida dan Keajaiban Bawah Lautnya
Refleksi dan Recharge: Liburan Akhir Tahun dengan Retret Kesehatan di Bali, Pulau Dewata
Sandiaga Uno : Spa yang Lebih Sehat dan Kompetitif Kunci Industri Wellness di Bali
5 Destinasi Wisata Menakjubkan di Indonesia Mulai dari Bali, Jakarta Hingga Danau Toba