Intermediasi Perbankan Diklaim Stabil, OJK Dorong Relaksasi untuk UMKM

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Jumat, 5 September 2025 | 06:13 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyebut sektor perbankan tetap stabil hingga dorong relaksasi kredit UMKM. (Youtube/Otoritas Jasa Keuangan) (Youtube/Otoritas Jasa Keuangan)
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyebut sektor perbankan tetap stabil hingga dorong relaksasi kredit UMKM. (Youtube/Otoritas Jasa Keuangan) (Youtube/Otoritas Jasa Keuangan)

 

WartaPesona.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja intermediasi perbankan nasional tetap solid meski dihadapkan pada dinamika perekonomian global maupun domestik.

Stabilitas ini terlihat dari pertumbuhan kredit hingga profil risiko perbankan yang masih terjaga sepanjang Juli 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menjelaskan, kredit perbankan tumbuh 7,03 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp8.043,2 triliun.

Angka ini memang sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan Juni 2025 sebesar 7,77 persen.

Baca Juga: Dipanggil Prabowo ke Istana, Kepala BIN Klaim Indonesia Sudah Aman Usai Rangkaian Demo Agustus 2025

“Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 12,42 persen, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 8,11 persen, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 3,08 persen YoY,” ujar Dian dalam konferensi pers RDK Bulanan, Kamis 4 September 2025.

Jika dilihat dari segmen debitur, kredit korporasi tercatat naik 9,50 persen, sementara kredit UMKM tumbuh 1,82 persen di tengah upaya perbankan memperbaiki kualitas kredit sektor tersebut.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan 7,7 persen YoY, mencapai Rp9.294 triliun.

OJK memastikan kondisi likuiditas perbankan tetap aman. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) berada di level 119,43 persen.

Baca Juga: Nadiem Makarim Langsung Ditahan di Rutan Salemba Usai Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Chromebook

Sedangkan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) tercatat 27,08 persen, jauh di atas batas minimum 50 persen dan 10 persen. Rasio kecukupan likuiditas (LCR) juga terjaga di level 205,56 persen.

Kualitas aset juga membaik. Non-performing loan (NPL) gross naik tipis dari 2,22 persen pada Juni menjadi 2,28 persen di Juli, sementara NPL net stabil di bawah 1%. Loan at Risk (LAR) turun menjadi 9,73 persen dari 9,86 persen.

"Perbankan juga memiliki bantalan permodalan yang kuat, dengan CAR berada di level tinggi 25,81 persen pada Juli. Ini menjadi mitigasi risiko penting di tengah ketidakpastian global," terang Dian.

Baca Juga: Peringati Hari Pelanggan Nasional, IFG Hadirkan Solusi Digital untuk Nasabah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Penjualan Mobil Listrik Naik 80 Persen

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:04 WIB

Bisnismu Gitu-Gitu Aja ? Yuk Coba 7 Tips UMKM Ini!

Senin, 24 November 2025 | 10:36 WIB
X