Ekonomi digital diproyeksi tumbuh empat kali lipat pada 2030, OJK-BI diminta tingkatkan perlindungan data

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 11:35 WIB
Ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan tumbuh 4 kali lipat pada tahun 2030. (karyakreatifindonesia.co.id)
Ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan tumbuh 4 kali lipat pada tahun 2030. (karyakreatifindonesia.co.id)

WartaPesona.com - Presiden Jokowi (Joko Widodo) meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan perlindungan data masyarakat di sektor ekonomi digital.

Menurut Presiden Jokowi, OJK dan BI perlu meningkatkan perlindungan data konsumen mengingat besarnya potensi ekonomi digital di Indonesia.

Selain itu, menurut Presiden Jokowi sangat penting bagi OJK dan BI meningkatkan sistem perlindungan data konsumen di era ekonomi digital juga agar rakyat kecil tidak dirugikan.

Baca Juga: Job fair di Yogyakarta Agustus 2024 sediakan 2.000 lowongan pekerjaan, apa saja simak di sini

Presiden Jokowi mengungkapkan, bahwa potensi besar ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh empat kali lipat pada tahun 2030.

Sementara itu pada tahun yang sama pula pembayaran digital diprediksi tumbuh 2,5 kali lipat, mencapai 760 miliar USD atau sekitar Rp12.300 triliun.

Kecuali itu, bonus demografi yang juga akan mencapai puncaknya pada tahun 2030.

Baca Juga: Selain rokok eceran, PP Nomor 28 Tahun 2024 melarang pemberian diskon dan iklan produk susu formula, kecuali begini

Pada tahun tersebut, sebanyak 68 persen penduduk Indonesia berada dalam usia produktif, termasuk generasi Y, Z, dan Alpha.

Sementara itu, saat ini jumlah ponsel aktif di Indonesia mencapai 354 juta. Jumlah ini melebihi jumlah penduduk yang sekitar 280 juta jiwa, dan dengan jumlah pengguna internet mencapai 185 juta.

Karena itu, Presiden Jokowi menekankan pentingnya transformasi ekonomi digital khususnya keuangan, apalagi dengan pesatnya teknologi saat ini.

Baca Juga: Bikers Reborn Indonesia dan BB1%MC touring tiga negara jelajah Indonesia, Malaysia, dan Brunei

Di samping itu, saat ini banyak sektor telah beralih ke teknologi artificial intelligence (AI), termasuk administrasi, jasa, dan hiburan.

Presiden berharap, UMKM Indonesia yang berjumlah 64 juta dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendongkrak ekonomi digital dan pembayaran digital.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Bisnismu Gitu-Gitu Aja ? Yuk Coba 7 Tips UMKM Ini!

Senin, 24 November 2025 | 10:36 WIB
X