Ratusan demonstran berkumpul pada Sabtu malam di depan konsulat Swedia di Istanbul, di mana mereka membakar bendera Swedia dan meminta Turki untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Stockholm.
Paludan, seorang aktivis Swedia-Denmark yang sudah dihukum karena penganiayaan rasial, menyebabkan kerusuhan di Swedia tahun lalu ketika dia melakukan tur dan membakar publik Al-Quran.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pada hari Minggu "tidak ada kata yang cukup untuk mengecam tindakan keji penodaan Al-Quran oleh ekstremis kanan di Swedia."
"Topeng kebebasan berpendapat tidak boleh digunakan untuk menyakiti perasaan agama 1,5 miliar Muslim di seluruh dunia. Ini tidak dapat diterima," katanya. *** (SA)
Artikel Terkait
Sesuai Munas 2019, Golkar Sudah Umumkan Calon Presiden 2024: Airlangga Hartarto
Kehilangan Besar dalam Dunia Hiburan: Na Chul Meninggal Dunia pada Usia 36
Sandiaga Uno Menparekraf Dorong Pelaku UMKM Kembangkan Usahanya hingga Level Korporasi
Sandiaga Uno Menparekraf Dorong Content Creator di Bandung Turut Promosikan Sektor Parekraf
Sandiaga Uno Menparekraf Optimistis Wisman Tiongkok Perkuat Capaian Target 7,4 Juta Kunjungan di 2023
Anderson Talisca: Bintang dari Pertandingan Al-Nassr vs Ettifaq dalam Debut Ronaldo. Al-Nassr Naik ke Puncak
Man City vs Wolves : Haaland Kembali Menjadi Pahlawan Saat Menang 3-0, Cetak Hattrick ke Empat, Total 31 Gol
Zinchenko dan Arsenal Siap Kembali Menghadapi Mantan Klubnya Manchester City f.c. di Piala FA
Sandiaga Uno Menparekraf Dorong Pelaku UMKM Bandung Berkolaborasi dengan Komunitas TDA
Wout Weghorst Pernah Ditolak Arsenal dan Tottenham Sebelum Gabung Manchester United